Undang 200 Pilot, Boeing Ingin Terbangkan 737 MAX Lagi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para petugas membongkar sebuah kargo berisi kotak hitam dari Boeing 737 MAX 8 Ethiopian Airlines di luar markas badan investigasi kecelakaan udara BEA Prancis di Le Bourget, utara Paris, Prancis, 14 Maret 2019. [REUTERS / Philippe Wojazer]

    Para petugas membongkar sebuah kargo berisi kotak hitam dari Boeing 737 MAX 8 Ethiopian Airlines di luar markas badan investigasi kecelakaan udara BEA Prancis di Le Bourget, utara Paris, Prancis, 14 Maret 2019. [REUTERS / Philippe Wojazer]

    TEMPO.CO, Washington, - Boeing Co telah mengundang lebih dari 200 pilot maskapai, penanggung jawab teknis dan pejabat badan pengawas penerbangan untuk hadir pada sebuah pertemuan pada Rabu lusa. Pertemuan itu dikabarkan untuk membahas upaya menerbangkan kembali pesawat-pesawat 737 MAX.

    Baca: Detik-detik Jatuhnya Lion Air JT 610, Begini Isi Rekaman Pilot

    Pertemuan tersebut merupakan isyarat bahwa perbaikan perangkat lunak yang disiapkan Boeing sudah hampir selesai. Kendati demikian, keinginan untuk menerbangkan pesawat seri Boeing 737 MAX itu masih membutuhkan persetujuan dari badan pengawas penerbangan.

    Pembahasan yang akan dilangsungkan di Renton, Washington, itu merupakan bagian dari rencana untuk mendekati maskapai-maskapai yang mengoperasikan 737 MAX serta badan pengawas penerbangan di negara mereka masing-masing, kata Boeing dalam pernyataannya, seperti dikutip Reuters, Senin 25 Maret 2019.

    Boeing, menurut pernyataan itu, terus bekerja sama dengan para perusahaan dan badan pengawas penerbangan dalam hal pembaruan perangkat lunak dan pelatihan737 MAX , yang didanai oleh produsen pesawat Amerika Serikat terbesar ini.

    Sebelumnya, sejumlah tim dari tiga maskapai penerbangan Amerika Serikat yang memiliki Boeing seri 737 MAX dikabarkan menghadiri pertemuan pada Sabtu pekan lalu di Renton. Pertemuan itu diisi dengan pembahasan soal peningkatan mutu perangkat lunak.

    Badan pengawas penerbangan AS sedang bersiap-siap menerima dan mengkaji ulang hasil-hasil perbaikan dalam beberapa pekan mendatang pascakecelakaan maut pesawat jenis tersebut di Indonesia dan Ethiopia. Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di perairan Karawang dengan menewaskan 189 penumpang, Oktober 2018. Sementara Ethiopian Air dengan nomor penerbangan ET 302 jatuh pada 10 Maret 2019 dan menewaskan 157 orang. Keduanya jatuh dengan banyak kemiripan.

    Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia IGN Askhara Danadiputra mengungkapkan bahwa pihaknya akan mulai bernegosiasi dan memberikan sejumlah opsi kepada Boeing Co. terkait 49 unit pesawat Boeing 737 MAX yang mereka pesan. Negosiasi itu akan dilakukan pekan ini, saat perwakilan produsen pesawat terbesar asal AS itu datang ke Jakarta. 

    "Mereka akan datang ke kantor kami pada Kamis, 28 Maret 2019. Kami akan menyampaikan sejumlah opsi kepada mereka," kata Askhara kepada Bisnis, Kamis 21 Maret 2019.

    Askhara mengatakan telah mengeluarkan pre down payment (PDP) sebesar US$26 juta kepada Boeing untuk pesanan 50 unit. Adapun, pesanan tersebut baru dikirimkan 1 unit, dan saat ini semua pesawat Boeing 737 Max 8 di seluruh dunia dilarang terbang oleh otoritas penerbangan AS (Federation Aviaton Administration / FAA).  

    Baca: Sebelum Dilarang Terbang, Boeing 737 Dicek Intensif oleh Kemenhub

    Menurut Askhara, opsi pertama yang ditawarkan Garuda adalah berupaya menegosiasikan PDP menjadi pengurang harga pada pesanan pesawat Boeing berikutnya. Sebab, menurut klausul kontrak pembelian pesawat, maskapai tidak bisa menarik PDP yang sudah disetorkan.

    Opsi kedua, Ashkara melanjutkan, Garuda memutuskan untuk tidak melakukan pemesanan pesawat kepada Boeing lagi pada masa mendatang. Namun, opsi ini ditempuh apabila opsi pertama gagal mencapai kata mufakat.

    ANTARA | BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.