Fokus Bisnis Komersial, Pelni Belanja Kapal Rp 322 Miliar

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik gratis bersepeda motor dari Jakarta berada di atas kapal milik PT Pelni, Sabuk Nusantara 85, di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 11 Juni 2018. Sebanyak 627 sepeda motor bersama 1.119 pemudik gratis tiba di Semarang menggunakan enam kapal milik PT Pelni. ANTARA FOTO/R. Rekotomo

    Pemudik gratis bersepeda motor dari Jakarta berada di atas kapal milik PT Pelni, Sabuk Nusantara 85, di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 11 Juni 2018. Sebanyak 627 sepeda motor bersama 1.119 pemudik gratis tiba di Semarang menggunakan enam kapal milik PT Pelni. ANTARA FOTO/R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelni (Persero) menyiapkan dana sebesar Rp 322 miliar dari anggarannya tahun ini untuk belanja berbagai jenis kapal. Hal ini dilakukan karena BUMN pelayaran itu ingin memperbesar pendapatan dan berfokus pada kegiatan komersial.

    Baca juga: Pelni Sediakan Fasilitas Rapat hingga Pesta Pernikahan di Kapal

    "Saat ini kami mau ke arah komersial, jadi ada penambahan kapal," kata Pelaksana Harian Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero) Yahya Kuncoro saat dihubungi Bisnis, Ahad 24 Maret 2019

    Adapun kapal yang akan dibeli meliputi kapal tongkang, roll on-roll off (ro-ro)/multipurpose, kapal untuk tol laut, dan pinisi. Namun jumlah pengadaan dan spesifikasi setiap jenis kapal saat ini masih dikaji.

    Yahya menuturkan, penambahan kapal tongkang diperlukan seiring dengan bisnis pengangkutan batu bara yang digeluti perseroan untuk memasok kebutuhan pembangkit listrik PLN. 

    Sebelumnya, Pelni mengungkapkan rencana mengangkut batu bara sekitar 100.000 ton per bulan ke PLTU di sejumlah daerah menggunakan tongkang ukuran 300 feet ke atas atau bulk carrier mulai dari handysize vessel

    Pelni juga siap mengangkut kargo curah kering lainnya, seperti aluminium dari PT Inalum di Kuala Tanjung ke Tanjung Priok, untuk selanjutnya dipasok ke industri berbasis bahan baku aluminium di Jabodetabek. Perusahaan juga menjajaki kerja sama dengan Krakatau-Posco untuk mengangkut produk baja dan dengan industri nikel di Morowali. 

    Sementara itu, kapal ro-ro atau multipurpose akan dipakai untuk menopang bisnis wisata bahari. Menurut Yahya, bisnis kapal penumpang cenderung stagnan belakangan ini sehingga perlu dikombinasi dengan kegiatan pariwisata. Kapal itu nantinya memungkinkan wisatawan mengangkut pula kendaraannya.

    "Kapal ro-ro umumnya untuk jarak dekat. Nah, kami sedang kaji untuk long distance. Makanya, spesifikasi kapal tentunya juga berbeda dengan ro-ro pada umumnya. Ini sedang kami kaji," jelas Yahya.

    Baca jugaPelni Buka Paket Wisata Bahari ke Wakatobi, Biayanya Rp 1,7 Juta

    Adapun kapal pinisi akan dioperasikan di Labuan Bajo dan Raja Ampat. Yahya meyakinkan, aktivitas Pelni tidak akan berimpitan dengan kapal pelayaran rakyat (pelra) setempat yang lebih dulu beroperasi di kedua destinasi wisata popular itu. 

    Pelni tahun ini menganggarkan belanja modal Rp1,1 triliun, sedikit turun dari capital expenditure (capex) tahun lalu yang sebesar Rp1,2 triliun.  Selain untuk pengadaan kapal, dana akan dialokasikan untuk pengadaan kontainer Rp57 miliar, pembelian alat kesehatan dan bangunan rumah sakit Rp341 miliar, serta sarana penunjang, seperti bangunan kantor, tanah, peranti teknologi informasi, dan kendaraan senilai Rp362 miliar.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.