SMF Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Rp 2,51 Triliun

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Ananta Wiyogo menyampaikan sambutan dalam acara Seremonial Pencatatan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan IV SMF Tahap VIII Tahun 2019 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Senin, 25 Maret 2019. Tempo/Caesar Akbar

    Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Ananta Wiyogo menyampaikan sambutan dalam acara Seremonial Pencatatan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan IV SMF Tahap VIII Tahun 2019 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Senin, 25 Maret 2019. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF telah menerbitkan obligasi Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV tahap VIII Tahun 2019, senilai Rp 2,51 triliun dengan rating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan keempat yang diupayakan SMF dalam menghimpun dana dengan target sebesar Rp 12 triliun. 

    Baca: PLN akan Terbitkan Obligasi Global USD 1,5 M di Pertengahan 2019

    Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan bahwa minat investor untuk berivestasi pada surat utang SMF cukup tinggi lantaran adanya kelebihan permintaan (oversubscribe). “Minat investor yang masuk pada saat book building untuk obligasi PUB IV tahap VIII ini melebihi target yaitu mencapai Rp 3 triliun namun kami sesuaikan dengan kebutuhan dana kami saat ini yaitu sebesar Rp2,5 triliun,” kata Ananta Wiyogo dalam acara Pencatatan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan IV SMF Tahap VIII Tahun 2019 di Gedung Bursa Efek Indonesia pada Senin, 25 Maret 2019.

    Menurut Ananta, obligasi tersebut terdiri dari dua seri, antara lain Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp 522 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,75 persen dan jangka waktu 370 hari sejak tanggal emisi. Selain itu, SMF juga menerbitkan obligasi Seri B sebesar Rp 1,989 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,45 persen berjangka waktu 3 tahun.

    Dana yang diperoleh dari obligasi ini, kata Ananta, rencananya akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada penyalur KPR atau refinancing serta dalam rangka melaksanakan peran SMF sebagai Special Mission Vehicle (SMV). Penerbitan obligasi ini merupakan bentuk komitmen dari SMF sebagai penyedia likuiditas jangka menengah panjang bagi KPR. 

    “Ini merupakan bentuk dukungan kami untuk memperluas akses ketersediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.” ucap Ananta. Sebelumnya perseroan telah menerbitkan PUB IV Tahap VII dengan total dana sebesar Rp 1.850.500.000.000. Adapun total dana yang dihimpun melalui PUB IV adalah sebesar Rp11.912.500.000.000.

    Ke depannya, Ananta menyebut perseroan bakal memproses pengajuan Obligasi PUB V dan Sukuk PUB I dengan total target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 21 triliun dengan target memperoleh efektif dari OJK pada akhir Kuartal II.

    Direktur Utama Bursa Efek Indonesia menyebut obligasi yang diterbitkan SMF memiliki tingkat risiko yang cukup rendah. Sehingga, ia menduga penawaran itu bisa diminati oleh investor di pasar modal. "Ini bisa menjadi instrumen yang menarik bagi para investor," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.