Bulog Bersiap Impor Bawang Putih 100 Ribu Ton dari Cina

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas melintasi tumpukan bawang di dalam sebuah kontainer di kawasan Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Tanjung Perak, Surabaya, Jawa timur, Rabu, (20/3). Sebanyak 332 kontainer berisi bawang tertahan di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) karena didatangkan sebelum Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dikeluarkan oleh Kementrian Pertanian (Kementan). TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Seorang petugas melintasi tumpukan bawang di dalam sebuah kontainer di kawasan Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Tanjung Perak, Surabaya, Jawa timur, Rabu, (20/3). Sebanyak 332 kontainer berisi bawang tertahan di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) karena didatangkan sebelum Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dikeluarkan oleh Kementrian Pertanian (Kementan). TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Karawang - Perum Bulog tengah bersiap untuk menjalankan penugasan melakukan impor bawang putih sebanyak 100 ribu ton yang ditetapkan oleh pemerintah. Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar Utomo menyebutkan eksekusi penugasan untuk mengimpor bawang putih akan dilaksanakan secepatnya.

    Baca: Bulog Siapkan Rp 500 Miliar untuk Impor Bawang Putih

    Oleh karena itu, Bachtiar berharap kendala sejumlah prosedur yang perlu dijalankan seperti surat penugasan dari Kementerian BUMN, rekomendasi teknis dari Kementerian Pertanian, pengajuan ke Menteri Perdagangan hingga akhirnya perizinan impor (PI) bisa didapatkan.

    "Harapan kita, sebelum Lebaran sudah harus masuk supaya nanti harga-harga stabil," ujar Bachtiar saat dihubungi, Kamis malam, 21 Maret 2019.

    Bachtiar menjelaskan, bawang putih rencananya akan diimpor dari Cina. Pihaknya akan berupaya agar harga bawang putih yang diimpor bisa serendah mungkin tanpa mengabaikan aspek kualitas.

    Untuk itu, setelah perizinan impor didapat, Bulog akan mengadakan tender untuk mendapatkan harga terbaik. Selanjutnya, dalam penyaluran di dalam negeri, pihaknya juga akan mengupayam agar harga di masyarakat tidak tinggi tanpa mengabaikan aspek margin perusahaan.

    "Nanti kita cek dulu yang termurah kita beli. Kan nanti kita buka tender. Makanya, jangan sampai salah beli," ujar Bachtiar. Pemasukan bawang putih impor ini akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar. 

    Sebelumnya, pemerintah menugaskan Bulog untuk mengimpor 100 ribu ton bawang putih guna menekan harga bawang putih di pasaran agar tidak melonjak menjelang Lebaran tahun ini. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengharapkan penugasan tersebut dapat segera direalisasikan pada bulan ini sebelum harga bawang putih terus naik.

    "Bawang putih lagi naik kan, ini sekitar Rp 45.000 (per kilogram per kilogram). Jadi, kami menugaskan Bulog untuk impor segera. Angkanya kira-kira 100.000 ton," kata Darmin pada pertengahan bulan Maret ini.

    Baca: Dicurangi Importir Bawang, Menteri Amran: Negara Rugi Triliunan

    Importasi tersebut diharapkan dapat segera menekan harga bawang putih di pasaran menjadi sekitar Rp 25.000 per kilogram. Sejak bulan ini harga komoditas tersebut sudah merangkak dan kini berkisar Rp 45.000 per kilogram.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.