Sandiaga soal Pengangguran: Kenapa Tidak Buka Lapangan Kerja?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres no urut 02 Sandiaga Uno menghadiri deklarasi Aliansi Pengusaha Nasional Untuk Indonesia Menang di Djakarta Teater, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.Deklarasi ini dihadiri oleh 1000 pengusaha nasional lintas sektoral di semua bidang usaha. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Cawapres no urut 02 Sandiaga Uno menghadiri deklarasi Aliansi Pengusaha Nasional Untuk Indonesia Menang di Djakarta Teater, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.Deklarasi ini dihadiri oleh 1000 pengusaha nasional lintas sektoral di semua bidang usaha. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyatakan saat ini ada 7 juta pemuda yang belum memiliki pekerjaan alias pengangguran di Indonesia. Sebagian besar di antaranya berusia produktif yakni 15-24 tahun. 

    Baca: Prabowo - Sandi Tak Janjikan Pengangguran Nol Persen

    Sandiaga menyebutkan pengangguran salah satunya karena tak sedikit pemuda yang kesulitan menemukan lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, Sandiaga mendorong para pemuda memembuat wirausaha dan menjadi pelaku UMKM di Indonesia.

    "Masih ada 7 juta teman kita yang menganggur dan 61 persen pengangguran itu pemuda di usia 15-24 tahun. Kalau susah mencari kerja, kenapa tidak buka lapangan kerja saja," tuturnya saat live streaming di acara Sragen YES (Sragen Young Enterpreneur Summit) 2019, Ahad, 24 Maret 2019.

    Bila ia dan Prabowo Subianto memenangkan pilpres mendatang, salah satu programnya adalah mengubah pemuda agar lebih aktif dan memiliki pekerjaan yang sesuai dengan keinginan dirinya. "Saya ingatkan lagi, Pilpres bukan tentang Pak Prabowo maupun tentang Sandiaga Uno. Ini tentang masa depan teman-teman semua," katanya.

    Sebelumnya Sandiaga memperkenalkan Konsep Rumah Siap Kerja sebagai suatu solusi untuk memberi solusi bagi kaum muda pengangguran di daerah perkotaan dan perdesaan yang mencari lapangan kerja maupun berkeinginan untuk menjadi wirausaha. "Indonesia memiliki kurang lebih 7 sampai 8 juta pengangguran, di mana sebagian besarnya adalah anak-anak muda di usia produktif," kata Sandiaga di Rumah Siap Kerja, Jalan Wijaya I, Jakarta Selatan, Sabtu, 16 Maret 2019.

    Sandiaga menjelaskan, Rumah Siap Kerja adalah pusat layanan terpadu satu pintu sebagai sarana penghubung antara pencari kerja dan penyedia tenaga kerja, pencari keterampilan baru, berwirausaha serta menyalurkan bakat dan minat atau hobi secara kreatif dan inovatif.

    "Program Rumah Kerja ditujukan bagi muda berumur 16 hingga 40 tahun, yang juga akan memberikan bimbingan karir bagi anak-anak muda khususnya di daerah perdesaan," kata Sandiaga.

    Rumah tersebut, kata Sandiaga, nantinya dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang dapat dimanfaatkan anak muda, seperti, lapangan olahraga, ataupun co-working space dan berperan untuk menjadi community center dan menjadi pusat kegiatan anak muda di daerahnya masing-masing.

    Baca: Sandiaga Ajukan Rumah Siap Kerja, Ma'ruf Tawarkan Kartu Pra Kerja

    Indonesia, menurut Sandiaga, memiliki bonus demografi yang berpotensi positif di masa yang akan datang. "Jika masalah pengangguran ini tidak ditanggulangi dengan strategi dan program yang baik dan terintegrasi, maka kita akan memiliki masalah besar di kemudian hari," tuturnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.