Terminal 2F Bandara Soetta akan Jadi Bandara Berbiaya Rendah

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koridor Check-In International maskapai penerbangan Garuda Indonesia di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten (18/4). TEMPO/Arif Fadillah

    Koridor Check-In International maskapai penerbangan Garuda Indonesia di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten (18/4). TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO.CO, Jakarta – PT Angkasa Pura II Persero akan segera meresmikan terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai terminal berbiaya rendah atau low cost carrier terminal (LCCT). Pengoperasian LCCT akan dimulai pada 1 Mei 2019.

    BACA: Tol Bisa Jadi Alternatif Menuju Bandara Internasional Minangkabau

    “Kami akan secara formal mengoperasikan Terminal 2F sebagai LCCT pada 1 Mei mendatang,” ujar Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam siaran pers yang diterima pada Minggu, 24 Maret 2019.

    Angkasa Pura II sebelumnya telah merembuk rencana pengoperasian LCCT dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, dan Kementerian Perhubungan. Menurut Awaluddin, ada dukungan dari pemerintah pusat untuk segera meresmikan Terminal 2 F sebagai LCCT.

    BACA: Kediri Tunggu Jakarta Soal Bandara yang Dibangun Gudang Garam

    Setelah dikukuhkan, LCCT akan didarati oleh maskapai-maskapai low cost carrier atau maskapai berbiaya murah. Sesuai dengan segmentasinya, ada perbedaan antara bandara LCCT yang disinggahi maskapai budget ini dengan bandara full service.

     “Selain itu dari sisi udara pun, ground time LCC berbeda dengan full service carrier. Kalau LCC paling lama satu jam, sedikit sekali ground time,” ujar Awaluddin.  

    LCCT akan berdampak pada  tarif maskapai. Menurut Awaluddin, nantinya ada perbedaan tarif maskapai yang mendarat di LCCT dan bandara full service. Artinya, kata dia, tarif maskapai akan lebih dinamis dan dimungkinkan tidak flat.

    Ia mencontohkan, tarif maskapai yang mengudara atau mendarat siang hari bisa jadi akan memiliki perbedaan harga dengan maskapai yang lepas landas atau tiba di bandara itu petang hari.   

    “Kenapa?  kan kalau di malam hari okupansi traffic sedang turun sehingga kita juga bisa mengoptimalkan atau mengutilisasi terjadinya peningkatan alat produksi kita yang sebelumnya idle (diam),” katanya.    

    Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta Febri Toga Simatupangmengatakan, saat ini, arus keberangkatan domestik dan internasional untuk terminal LCCT sedang digarap. Penggarapan tersebut dimulai dari konter Imigrasi,  kedatangan, ruang karantina ikan, ruang keamanan penerbangan, ruang custom, ruang karantina hewan dan tumbuhan. Lalu, perkantoran ground handling dan K9 custom. Pihak bandara juga tengan memasang karpet pada terminal tersebut.   

    Angkasa Pura II memperkirakan, bakal ada 10 maskapai budget yang beroperasi di LCCT Soekarno-Hatta. Dua di antaranya yang akan bergabung ialah maskapai Indigo dari India dan Zandong dari Cina.

    Adapun Terminal 2D dan 2E tetap menjadi terminal domestik. Namun, dalam perkembangannya, sebagian dari terminal 2E akan menjadi LCCT.

    Sebelumnya, sejumlah negara dengan potensi wisatawan tinggi di Asia Tenggara telah memiliki LCCT. Di antaranya Malaysia dan Thailand. LCCT Malaysia ialah Bandara KLIA, sedangkan bandara LCCT Thailand ialah Don Mueang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.