Sebagian Pembangkit PLN Timika Rusak Menjelang UNBK

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 1 Palu, Sulawesi Tengah, 9 April 2018. UNBK sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA) berlangsung 9-12 April 2018 yang diikuti 1.983.568 siswa SMA/MA di Tanah Air dan untuk wilayah Sulawesi Tengah diikuti sebanyak 28.181 yang tersebar di 355 SMA/MA di 13 kabupaten dan kota. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

    Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 1 Palu, Sulawesi Tengah, 9 April 2018. UNBK sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA) berlangsung 9-12 April 2018 yang diikuti 1.983.568 siswa SMA/MA di Tanah Air dan untuk wilayah Sulawesi Tengah diikuti sebanyak 28.181 yang tersebar di 355 SMA/MA di 13 kabupaten dan kota. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

    TEMPO.CO, Timika - Menjelang ujian nasional berbasis komputer (UNBK), sebagian dari pembangkit diesel milik PT PLN (Persero) Area Timika, Papua, rusak sehingga berdampak terhadap pada pemadaman listrik di wilayah itu.

    Baca juga: Nilai UNBK SMP Turun, Ahli : Murid Indonesia Terbiasa Hafalan

    Kepala UP3 PLN Timika Hotman Ambarita di Timika, Sabtu, 23 Maret 2019, mengatakan jumlah pembangkit diesel yang rusak bertambah banyak. Hal itu menyulitkan PLN Timika untuk membatasi area pemadaman listrik bergilir baik siang maupun malam hari. "Memang kondisinya seperti itu, makin banyak pembangkit yang kami operasikan mengalami kerusakan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," kata Hotman.

    Saat ini PLN Timika yang mencakup dua rayon yaitu Timika Kota dan Timika Jaya mengoperasikan 46 unit pembangkit diesel. Sebagian merupakan pembangkit milik PLN sendiri, sebagian lain merupakan pembangkit sewa dari PT Sewa Tama, PT Manunggal dan PT Bina Pertiwi.

    Kondisi pembangkit-pembangkit diesel yang beroperasi tersebut sebagian sudah uzur termakan usia, ada yang produksi 1991 (dua unit) dan ada yang produksi 1995.

    Beban puncak PLN Timika kini sebesar 26 mega watt, sementara daya mampu yang dimiliki hanya sekitar 22 mega watt lantaran sejumlah pembangkit diesel mengalami kerusakan.

    Di sisi lain, katanya, sebanyak delapan unit pembangkit baru yang didatangkan dari Jakarta pada awal Maret dengan daya sebesar 3 mega watt hingga kini belum juga tiba di Timika.

    Sementara PLN Timika kini dihadapkan pada kebutuhan penyediaan daya listrik untuk menunjang kegiatan UNBK SMK, SMA dan SMP serta perayaan Paskah 2019 di mana pemakaian daya listrik di berbagai gereja yang menyelenggarakan ibadah perayaan Paskah akan meningkat.

    Mengantisipasi kondisi itu, PLN Timika mengambil langkah berani dengan mengorbankan para pelanggan besar yang mengonsumsi daya listrik terbesar di Kota Timika seperti hotel-hotel, pusat perbelanjaan dan lainnya.

    "Ya, terpaksa kami korbankan mereka sementara ini. Kami sudah mengirim surat ke pelanggan-pelanggan besar agar mereka menyiapkan listrik cadangan. Kami akan keluarkan mereka sementara waktu ini dari sistem PLN karena daya yang tersedia harus melayani sekolah-sekolah yang menyelenggarakan UNBK maupun UNKP (Ujian Nasional Kertas Pensil)," jelas Hotman.

    Pelaksanaan UN (UNBK-UNKP) tingkat SMK akan berlangsung mulai Senin, 25 Maret. Dari 20 SMK di Mimika, enam sekolah akan menyelenggarakan UNBK, sementara sisanya masih menggunakan UNKP. Adapun UN tingkat SMA akan diselenggarakan mulai 1 April hingga 8 April dan UN tingkat SMP mulai 23 April hingga 27 April.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.