Airlangga Hartarto Minta Toyota Tambah Order Komponen ke IKM

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjajal kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang telah dimodifikasi pada Indonesia Modification Expo (IMX) 2018 di Balai Kartini, Jakarta, Ahad, 18 November 2018. Kendaraan karya anak bangsa ini memiliki daya angkut sebesar 700 kg. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjajal kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang telah dimodifikasi pada Indonesia Modification Expo (IMX) 2018 di Balai Kartini, Jakarta, Ahad, 18 November 2018. Kendaraan karya anak bangsa ini memiliki daya angkut sebesar 700 kg. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Klaten - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto minta Toyota agar menambah order atau pesanan komponen ke Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal yang sudah bisa memenuhi standar rantai pasok komponen global.

    Baca juga: Siswa Tak Lolos Program Sarjana, Ada Vokasi dan Terapan

    "Ordernya tambahlah, biar (IKM) tambah semangat," kata Menperin pada "Kick Off IKM dalam Supply Chain Industri Otomotif" di Klaten, Jawa Tengah, Jumat, 22 Maret 2019.

    Ia menyatakan hal tersebut setelah Koperasi Batur Jaya yang beranggotakan 155 IKM logam berhasil masuk rantai pasok global PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dengan menyuplai "cylinder sleeve" sebagai alat bantu produksi piston ring untuk PT TPR Indonesia selaku pemasok komponen tingkat satu Toyota.

    Koperasi Batur Jaya yang berhasil dibina TMMIN sehingga mampu berproduksi sesuai standar global mendapat pesanan 200 cylinder sleeve per bulan. Menperin minta pesanan itu ditingkatkan.

    "Kami harapkan industri otomotif kembangkan terus pemasok komponen lokal tingkat 1 dan 2," kata Airlangga Hartarto.

    Ia mengatakan dengan potensi pasar otomotif yang besar peluang IKM komponen untuk memasok ke industri otomotif nasional semakin besar.

    Pada 2018, lanjut Menperin, sektor alat angkutan memberikan kontribusi sebesar 1,86 persen terhadap PDB nasional. Pada saat itu produksi kendaraan roda empat atau lebih mencapai angka 1,34 juta unit dengan total penjualan di dalam negeri sebesar 1,15 juta unit, sedangkan sisanya untuk pasar ekspor.

    “Dengan nantinya produksi industri otomotif dalam negeri sebesar 2,2 juta unit, IKM logam akan memiliki kesempatan lebih besar untuk dapat masuk dan berkontribusi dalam rantai pasok industri otomotif nasional,” ujar Menperin.

    Sementara itu Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono menyampaikan komitmen Toyota untuk terus membina dan mengembangkan kemampuan IKM komponen agar bisa masuk rantai pasok global pemain otomotif dunia, khususnya Toyota.

    "Hal ini tidak hanya bisa dilakukan Toyota sendiri, tapi juga industri otomotif lainnya yang ada di Indonesia," katanya.

    Warih mengatakan tidak mudah bagi IKM masuk rantai pasok global yang memiliki persyaratan industri yang ketat mulai dari bahan baku hingga proses produksi. Koperasi Batur Jaya saja, kata dia, butuh pembinaan sekitar dua tahun hingga kini mampu menjadi pemasok tingkat 2 TMMIN.

    "Jadi prosesnya tidak instan dan butuh kerja keras yang konsisten dari IKM sendiri. Keberhasilan Koperasi Batur Jaya, menunjukkan semangat pantang menyerah dari IKM otomotif di Indonesia,” ujarnya.

    Ditambahkan Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) I Made Dana Tangkas, untuk menjadi pemasok komponen global IKM harus mengikuti standar global, spesifikasi produk, teknologi, dan proses.

    Baca berita Airlangga Hartarto lainnya di Tempo.co

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.