Maret 2019, Gubernur BI Sebut Dana Asing Masuk Capai Rp 89,46 T

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ditemui usai salat Jumat di Masjid Kompleks Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat 22 Maret 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ditemui usai salat Jumat di Masjid Kompleks Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat 22 Maret 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia atau BI mencatat hingga saat ini (year to date) total inflow atau dana asing yang masuk ke Indonesia telah mencapai US$ 6,3 miliar. Jumlah ini setara dengan Rp 89,46 triliun dengan kurs yang mencapai Rp 14.200 per dolar Amerika Serikat.

    Baca juga: BI: Penggunaan Uang Elektronik Tumbuh 66,6 Persen

    "Kami sampaikan secara year to date total inflow yang masuk mulai lewat dari investasi penanaman modal asing, maupun portofolio itu US$ 6,3 miliar," kata Gubernur BI Perry Warjiyo ditemui usai salat Jumat di masjid Kompleks Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat 22 Maret 2019.

    Perry juga menjelaskan total dana asing yang masuk melalui instrumen portofolio hingga Maret 2019 telah mencapai Rp 73 triliun. Jumlah itu terbagi dalam investasi melalui saham sebesar Rp 11,9 triliun dan melalui Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 62,5 triliun.

    Menurut Perry, kondisi tersebut menunjukkan bahwa banyak investor yang masih percaya terhadap kondisi perekonomian Indonesia. Hal ini terbukti dengan masih derasnya aliran investasi ke Indonesia baik secara langsung maupun melalui instrumen portofolio.

    Perry melanjutkan, kondisi dana asing yang terus masuk tersebut ikut memberikan sumbangsih terhadap kondisi kestabilan nilai tukar rupiah saat ini. "Karena memang kondisi ekonomi di dalam negeri inflasinya rendah, pertumbuhan ekonomi meningkat, defisit transaksi berjalan akan turun, dan juga aliran modal asing masuk besar," kata dia.

    Selain itu, Perry menuturkan BI memprediksi pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2019 mencapai angka 5,2 persen. Perry mengatakan pertumbuhan ekonomi di triwulan I 2019 akan konsisten berada di kisaran 5-5,4 persen sepanjang tahun.

    "Faktornya apa? Pertama karena konsumsi swasta, pemerintah maupun lembaga negara non rumah tangga. Selain itu juga karena berkaitan dengan kegiatan persiapan untuk pemilihan umum," tutur Perry.

    Selain itu, pertumbuhan tersebut didorong stimulus fiskal yang dikeluarkan pemerintah. Dalam hal ini stimulus yang diberikan dalam bentuk bantuan sosial (bansos) yang diberikan. Adapun tahun ini, pemerintah bakal menggelontorkan dana bansos hingga Rp 34,4 triliun.

    Sementara itu, BI memperkirakan inflasi pada Maret 2019 mencapai 0,10 persen secara month to month (mtm). Dengan demikian, maka secara tahunan (yoy) inflasi pada Maret diprediksi bakal menyentuh level 2,47 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.