Garuda Dukung Bandara Kualanamu Jadi Hub Penerbangan Domestik

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pekerja membersihkan lantai Bandara Internasional Kualanamu, Kab. Deli Serdang, Sumut (26/3). Menjelang peresmian oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 27 Maret 2014. ANTARA/Septianda Perdana

    Dua pekerja membersihkan lantai Bandara Internasional Kualanamu, Kab. Deli Serdang, Sumut (26/3). Menjelang peresmian oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 27 Maret 2014. ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Jakarta -Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mendukung pengembangan Bandara Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, sebagai hub penerbangan domestik wilayah Indonesia bagian barat dan wilayah Asia Tenggara.

    Baca juga: Proyek Aerocity, AP II Siapkan 200 Hektare di Bandara Kualanamu

    “Bandara Internasional Kualanamu sebagai bandara komersial terbesar keempat di Indonesia dengan potensi ekonomi serta posisi geografis yang strategis, memiliki modal utama sebagai hub internasional dan domestik kedua di Indonesia selain Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kami juga akan terus mengembangkan Kualanamu sebagai hub penerbangan untuk pariwisata yang terhubung dengan kota-kota internasional di kawasan,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 22 Maret 2019.

    Dia menambahkan letak strategis wilayah Medan yang menjadi pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat, menjadikan potensi Medan dan sekitarnya sebagai basis hub penerbangan internasional kian menjanjikan.

    Dengan posisi geografis yang berdekatan dengan Singapura dan Kuala Lumpur, pusat perekonomian di Asia Tenggara, maka pertumbuhan penumpang internasional diprediksi meningkat.

    "Tentunya perlu dukungan semua pihak agar Kualanamu menjadi pintu masuk wisatawan asing ke Indonesia barat atau wilayah Indonesia lainnya. Kualanamu harus menjadi hub yang penting untuk mengimbangi bandara Singapura dan Kuala Lumpur,” kata Ari.

    Dengan catatan trafik pergerakan penumpang mencapai 10 juta penumpang pada 2018, di mana 10 persen di antaranya merupakan penumpang internasional, potensi pasar angkutan penumpang di Bandara Kualanamu masih terbuka luas.

    Potensi pasar yang terbuka luas tersebut, turut didukung dengan rencana pengembangan infrastruktur dan kapasitas bandara yang terus ditingkatkan oleh AP II, di mana pada 2027 mendatang Bandara Internasional Kualanamu diproyeksikan dapat menampung lebih dari 47 juta penumpang.

    Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengungkapkan pihaknya menyambut baik komitmen Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional dalam memperkuat Bandara Internasional Kualanamu Medan sebagai hub penerbangan penunjang Garuda Indonesia di wilayah Indonesia barat.

    “Komitmen memperkuat jaringan penerbangan Bandara Internasional Kualanamu tersebut juga terus kami optimalkan melalui penjajakan sinergi komersial bersama sejumlah mitra strategis internasional agar nantinya Bandara Kualanamu dapat memiliki daya saing internasional melalui berbagai keunggulan infrastruktur dan kapasitas penerbangannya," tutur Awaluddin.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.