Sandiaga Janji Buyback Indosat, Menteri Era Soeharto: Tak Penting

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tanri Abeng. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi

    Tanri Abeng. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Janji calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno untuk membeli kembali atau buyback PT Indosat Tbk. ditanggapi oleh menteri di pemerintahan Soeharto, Tanri Abeng.

    Baca: Sandiaga Janji Buyback, Saham Indosat Turun ke Level Rp 2.830

    Tanri Abeng yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara pada masa Presiden Soeharto menilai rencana buyback Indosat bukan langkah yang perlu dilakukan. "Menurut saya itu tidak penting," ujarnya di Kampus Tanri Abeng University, di Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Maret 2019.

    Tanri menilai buyback Indosat tidak penting lantaran perusahaan telekomunikasi pelat merah seperti PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. atau Telkom dengan PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel sudah menguasai pasar. "Buat apa lagi kita buyback," ujar dia. Kecuali, jika Indosat dijual dengan harga sangat murah dan secara komersial menguntungkan bagi Indonesia, barulah langkah itu bisa dipertimbangkan.

    Namun, Tanri yang juga pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Telkom Indonesia  itu menyebutkan, dengan perhitungan strategis, buyback Indosat tidak perlu dilakukan karena perusahaan BUMN sudah cukup kuat di sektor tersebut. Lagipula, dengan komposisi saat ini, persaingan industri telekomunikasi di dalam negeri juga menjadi lebih intens.

    Imbas dari persaingan yang ketat itu, kata Tanri, adalah peningkatan pelayanan dan efisiensi. "Jadi menurut saya biarkan saja, enggak usahlah pemerintah buyback, Telkom dengan Telkomselnya sudah menjadi raja, ngapain lagi?" kata Tanri yang kini menjadi salah satu komisaris PT Pertamina (Persero).

    Sebelumnya, calon wakil presiden 02, Sandiaga Uno berujar buyback itu menjadi salah satu langkah menopang rencana program single identification number (SIN) lewat kartu Kartu Tanda Penduduk elektronik.

    Untuk mewujudkan program itu, kata Sandiaga, Indonesia harus menguasai data terlebih dulu. "Sebetulnya ide Pak Jokowi untuk mem-buyback Indosat itu bagus. Di bawah Prabowo Sandi akan kami usahakan," kata Sandiaga di Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.

    Janji buyback Indosat ini memang pernah disampaikan Presiden Joko Widodo pada 2014. Jokowi mengatakan Indosat dijual semasa Indonesia belum pulih benar dari krisis di era Presiden Megawati Soekarnoputri.

    Baca: Sandiaga Janji Buyback Indosat, Ini Komentar Rudiantara

    Sandiaga mengatakan dirinya dan Prabowo siap melanjutkan janji Jokowi itu. Dia mengklaim buyback Indosat dapat memudahkan kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan dunia usaha terkait program SIN. "Menurut saya belum diseriusin aja. Insya Allah akan kami lanjutkan," kata Sandiaga ihwal hambatan buyback Indosat selama ini.

    BUDIARTI UTAMI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.