Jokowi Sebut Integrasi Transportasi Massal di Kota Besar Mendesak

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, meninjau MRT Jakarta bersama para Menteri Kabinet Kerja melalui Halte Bundaran HI menuju Halte Lebak Bulus, Jakarta, Selasa 19 Maret 2019. Presiden Jokowi akan meresmikan Moda transportasi massal berbasis rel Mass Rapid Transit (MRT) pada Minggu, 24 Maret 2019 mendatang. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, meninjau MRT Jakarta bersama para Menteri Kabinet Kerja melalui Halte Bundaran HI menuju Halte Lebak Bulus, Jakarta, Selasa 19 Maret 2019. Presiden Jokowi akan meresmikan Moda transportasi massal berbasis rel Mass Rapid Transit (MRT) pada Minggu, 24 Maret 2019 mendatang. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan pemerintah tengah merencanakan percepatan integrasi sistem transportasi massal di Jakarta dan kota-kota mitra sekitarnya. Niat tersebut ia sampaikan selepas menjajal kereta mode raya terpadu atau MRT kemarin untuk yang kedua kalinya.

    Baca: Jokowi Minta Keluhan Penumpang Difabel di MRT Ditindaklanjuti

    "Kemarin sudah rapat dengan pemerintah pusat dan daerah," kata Jokowi di Halte Istora Senayan, Jakarta, pada Kamis malam, 21 Maret 2019.

    Jokowi menyebut, rapat itu digelar antara pemangku kebijakan pusat dengan Gunernur DKI Jakarta, Wali Kota Bogor, Wali Kota Bekasi. Lantas, Wali Kota Tangerang Selatan, Wali Kota Tangerang, Wali Kota Depok, Gubernur Banten, dan Gubernur Jawa Barat.

    Dalam penjelasannya, Jokowi mengatakan para pemimpin daerah telah bersepakat dengan rencana integrasi tersebut. Integrasi moda transportasi itu, menurut Jokowi, mendesak dilakukan karena Jakarta dan kota-kota sekitarnya mulai macet.

    Dengan diefektifkannya moda transportasi umum, masyarakat akan beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan massal. Rencana integrasi ini sejatinya telah dibahas bahkan sejak awal tahun lalu.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, pada Januari 2019, mengatakan telah menggelar rapat terbatas dengan Jokowi di Istana Negara kala itu. Dalam rapat otu dibincangkan, nilai kerugian ekonomi per tahun akibat kemacetan di Jabodetabek mencapai Rp 65 triliun.

    Nilai kerugian ini ditaksir merupakan kerugian pertahun akibat kemacetan tersebut.
    "Rp 65 triliun rupiah, bukan Rp 80 juta rupiah, nilai kerugian ekonomi per tahun akibat kemacetan di wilayah Jabodetabek," kata Ridwan Kamil saat itu.

    Sistem transportasi terintegrasi ini sebetulnya telah dimulai di Jakarta. PT Transjakarta, misalnya, telah membuka rute-rute baru yang diintegrasikan dengan sejumlah moda. Di antaranya dengan kereta moda raya terpadu atau MRT, LRT Jabodebek, Transjakarta, kereta Bandara Railink, dan kereta komuter Jabodetabek.

    Baca: Tingkatkan Daya Saing, Jokowi Ingin Ada Penurunan Pajak Korporasi

    Direktur Operasional Transjakarta Daud Joseph mengatakan halte Dukuh Atas menjadi titik terintegrasi moda transportasi di Ibu Kota. Selain itu, Transjakarta bakal membuka rute baru dari BSD dan Bintaro menuju stasiun-stasiun MRT. 

    DIAS PRASONGKO | LANI DIANA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.