BI: Penggunaan Uang Elektronik Tumbuh 66,6 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara mobil melakukan pembayaran nontunai menggunakan kartu uang elektronik ataue-toll di Gerbang tol RAMP Taman Mini 2,  Jakarta,  Kamis 7 September 2017.Dengan transaksi non tunai pengendara hanya membutuhkan waktu 4 detik/transaksi. TEMPO/Subekti.

    Pengendara mobil melakukan pembayaran nontunai menggunakan kartu uang elektronik ataue-toll di Gerbang tol RAMP Taman Mini 2, Jakarta, Kamis 7 September 2017.Dengan transaksi non tunai pengendara hanya membutuhkan waktu 4 detik/transaksi. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa pembayaran nontunai secara konsisten terus meningkat hingga awal tahun 2019. Dari catatan BI, penggunaan kartu ATM debit, kartu kredit, dan uang elektronik tumbuh hingga 15,3 persen (year-on-year), lebih tinggi ketimbang pertumbuhan pembayaran tunai yang hanya sebesar 7,4 persen yoy.

    Baca: Faisal Basri Minta Pemerintah dan BI Waspadai Capital Outflow

    “Di antaranya uang elektronik yang mengalami pertumbuhan 66,6 persen yoy,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangannya di laman resmi BI pada Kamis, 21 Maret 2019.

    Tapi secara komposisi, Onny menyebut penggunaan kartu ATM debit masih mendominasi sistem pembayaran ritel. Jumlahnya mencapai 94,8 persen dan mengalami pertumbuhan 15,4 persen yoy pada Januari 2019.

    Sejak triwulan III 2018, BI telah mencatat bahwa transaksi non-tunai, khususnya lewat uang elektronik terus melambung tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Saat itu, BI mencatat transaksi uang elektronik tumbuh sebesar 300,4 persen.

    "Itu didorong menguatnya preferensi masyarakat bertransaksi melalui platform teknologi finansial dan e-commerce," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di kantornya, Kamis, 15 November 2018.

    Di sisi lain, BI beberapa tahun terakhir terus memperluas penggunaan uang elektronik maupun transaksi elektronik. Salah satu yang paling maju yang pembayaran nontunai di jalan tol menggunakan uang elektronik yang ditargetkan bisa mencapai 100 persen.

    Artinya, semua jalan tol di Indonesia diharapkan, baik yang lama maupun baru dibangun, harus sudah memperkenalkan ini kepada penggunanya.

    Baca: BI Pertahankan Suku Bunga Acuan, Rupiah dan IHSG Melemah

    Menurut Onny, penggunaan uang elektronik memang semakin populer di masyarakat, terutama sebagai instrumen pembayaran untuk moda transportasi dan perdagangan online alias e-commerce. Ke depan, kata dia, Bank Indonesia akan terus memperkuat model sistem pembayaran ini dalam mendukung kegiatan perekonomian nasional.

    Simak berita terkait BI lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.