Senapan Sniper Buatan Pindad Diminati Negara Lain

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SS2-V4 dapat digunakan sebagai senapan sniper, pada bagian atas senapan ini dapat ditambahkan alat pembidik atau teropong. Sebelumnya Pindad memasang teleskop buatan dalam negeri KISS, namun operator dalam hal ini TNI, dapat mengganti teleskop KISS dengan asesoris lain, berkat pengaplikasian Rel Picatinny. ikahan/Facebook

    SS2-V4 dapat digunakan sebagai senapan sniper, pada bagian atas senapan ini dapat ditambahkan alat pembidik atau teropong. Sebelumnya Pindad memasang teleskop buatan dalam negeri KISS, namun operator dalam hal ini TNI, dapat mengganti teleskop KISS dengan asesoris lain, berkat pengaplikasian Rel Picatinny. ikahan/Facebook

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose mengatakan  amunisi dan senapan penembak jitu atau sniper buatan Pindad diminati negara-negara luar. "Saat ini produk pertahanan yang mulai populer adalah senapan sniper, karena permintaan akan senapan ini banyak sekali," kata Abraham.

    BACA: Pindad Luncurkan Mini Ekskavator, Harga Rp 600 Juta

    Dirut Pindad itu juga menambahkan bahwa produk senapan sniper diminati dan dilirik oleh negara-negara ASEAN karena sudah diuji coba, dipakai, serta kecepatannya yang presisi. "Paling tidak ekspor kita naik terus dibandingkan dari tahun sebelumnya untuk amunisi, pistol, senjata dan kendaraan tempur. Kurang lebih 30 persen," katanya.

    Pindad memproduksi tiga senapan sniper yakni SPR-3 dengan kaliber 7.62mm serta jarak efektif tembak sejauh 900 meter, kemudian SPR-4 kaliber 8.6mm dengan jarak efektif tembak 1.500 meter, dan senapan SPR-2 kaliber 12.7mm dengan jarak efektif tembak sejauh 2.000 meter.

    BACA: PT Pindad Targetkan Laba Bersih Rp 145 Miliar Tahun Ini

    Sedangkan Medium Tank merupakan produk tank Pindad yang memiliki sejumlah keunggulan seperti hanya mengalami kerusakan minor saat terkena ranjau, mampu menahan kaliber peluru hingga 30mm, serta mampu menerjang di segala medan.

    Sebelumnya diberitakan PT Pindad menargetkan laba bersih tahun ini sebesar RP 145 miliar. Perinciannya target kontrak sebesar Rp 7 triliun dan penjualan sebesar Rp 5,7 triliun. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.