Jokowi Diajari Yel-yel MRT oleh Penumpang Difabel

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyapa penumpang disabilitas di MRT jurusan Lebak Bulus - Bunderan HI pada Kamis petang, 21 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyapa penumpang disabilitas di MRT jurusan Lebak Bulus - Bunderan HI pada Kamis petang, 21 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mencoba kereta moda raya terpadu (MRT) untuk kedua kalinya pada Kamis sore menjelang petang, 21 Maret 2019. Ia menjajal moda transportasi teranyar itu dari Halte Bunderan Hotel Indonesia (HI) menuju Halte Lebak Bulus bersama para penyandang disabilitas.

    Baca:
    Jokowi Beberkan Keluhan Penumpang Difabel di Kereta MRT Jakarta

    Dalam perjalanan berangkat, para penyandang disabilitas duduk di gerbong keempat MRT. Sedangkan Jokowi di dua gerbong sebelumnya. Para penumpang itu turut dalam rombongan Kementerian Perhubungan atas undangan dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

    Menurut pantauan Tempo, para kaum difabel ini berasal dari berbagai kelompok. Di antaranya kelompok pegawai Kementerian Perhubungan dan kelompok disabilitas di Jakarta.

    Jokowi baru masuk ke gerbong penumpang berkebutuhan khusus saat perjalanan pulang. Didampingi Iriana Joko Widodo dan Budi Karya Sumadi, mantan Gubernur DKI ini terlihat langsung membaur di tengah para difabel. Presiden mengambil posisi di tengah. Ia berdiri, sedangkan Iriana duduk di sampingnya.

    Dalam perjumpaannya dengan para penyandang tunarungu, tunawicara, tunanetra, dan tunadaksa, Jokowi sempat diajari yel-yel. Seorang perempuan berkerudung berusia 20-an tahun meminta Jokowi mengikuti gerakannya.

    Sekitar semenit Jokowi melihat gerakan-gerakan tangan yang dibuat oleh perempuan di depannya ini dengan saksama. “Kita – bisa – akses,” ujar sang penerjemah dengan intonasi yang terpatah-patah. Penyandang tunawicara itu memelankan gerakannya supaya Jokowi bisa memperagakan.

    Baca:
    Jokowi Naik MRT ke Deklarasi Dukungan 10 Ribu Pengusaha

    Gerakan itu di antaranya mengacungkan jempol, menumpuk kedua tangan dalam keadaan terbuka, dan menggoyangkan telapak tangan di dekat bahu. Gerakan itu diulang-ulang oleh Jokowi. Ia juga sempat membalikkan badan ke hadapan wartawan dan memperagakan gerakan tersebut untuk yang kesekian kali. Terakhir, Jokowi menyebut “MRT mantap” dengan gerakan isyarat.

    Saat ditemui wartawan seusai menjajal MRT, Jokowi mengaku telah mendengar masukan dari para penyandang disabilitas. Presiden menyebut, mereka mengeluh soal jarak kereta dan lantai peron yang masih berjenjang. Selain itu, tulisan informasi pada pintu kereta kurang jelas. “Ini koreksi yang saya dengar dari para penumpang,” ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.