KNKT: Final Investigasi Lion Air JT 610 Rilis Agustus 2019

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro (kanan) menyerahkan bagian kotak hitam (black box) berisi CVR pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 kepada Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat konferensi pers di Pelabuhan JICT Tanjung Priok, Jakarta, 14 Januari 2019. Bagian dari kotak hitam tersebut diserahkan ke pihak KNKT untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro (kanan) menyerahkan bagian kotak hitam (black box) berisi CVR pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 kepada Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat konferensi pers di Pelabuhan JICT Tanjung Priok, Jakarta, 14 Januari 2019. Bagian dari kotak hitam tersebut diserahkan ke pihak KNKT untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT menargetkan merampungkan laporan final hasil investigasi kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 pada kisaran pertengahan tahun ini. "Final report dijadwalkan akan dipublikasikan pada Agustus atau September 2019," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di kantornya, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.

    BACA: Rekaman Lion Air JT 610 Bocor, Penyelidik Gelar Konpers

    Soerjanto mengatakan KNKT juga telah melakukan kunjungan ke kantor Boeing untuk melakukan rekonstruksi penerbangan JT610 menggunakan engineering simulator. Selain itu, mereka juga telah berdiskusi terkait sistem pesawat Boeing 737 Max 8.

    Di samping itu, KNKT juga sudah berdiskusi dengan Boeing dan Federal Aviation Administration atau FAA terkait dengan sistem desain MCAS alias Manuvering Characteristic Augmentation System dan persetujuan yang diberikan oleh FAA. Semua hasil investigasi akan dituangkan dalam laporan final. 

    BACA: Detik-detik Jatuhnya Lion Air JT 610, Begini Isi Rekaman Pilot

    Kepala Sub Komite Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo berujar laporan akhir tersebut juga akan berisikan esensi dari percakapan pilot di kokpit berdasarkan dengan rekaman di cockpit voice recorder atau CVR. Kendati, ia mengatakan transkrip percakapan itu tidak akan dilampirkan secara utuh melainkan hanya momen kunci.

    "CVR akan kami pakai dan akan kami sampaikan seperti apa esensinya, karena tanpa itu kami tidak akan bisa menganalisa," kata Nurcahyo. Berdasarkan Undang-undang yang berlaku, rekaman dan transkrip pembicaraan di CVR tidak boleh dipublikasikan. Sehingga, ia menegaskan tidak bakal secara gamblang menyampaikan isi CVR.

    Saat ini, Nurcahyo mengatakan timnya sudah mengumpulkan 90 persen data yang diperlukan untuk merampungkan laporan investigasi tersebut. KNKT telah mengumpulkan tim tersebut dan membicarakan arah analisis investigasi. Tim tersebut kini juga sudah berbagi tugas untuk merampungkan laporan. 

    Bila draf laporan itu telah rampung, KNKT akan mengirimkannya kepada sejumlah pihak, antara lain pihak Amerika Serikat, Kementerian Perhubungan, hingga Lion Air. Pengiriman itu dimaksudkan untuk meminta tanggapan apakah data dari laporan tersebut sudah benar atau belum.

    "Masa pemberian tanggapan adalah selama dua bulan, sehingga pada Juni harapannya draf itu sudah selesai," ujar Nurcahyo. Sebelumnya, KNKT telah merilis laporan pendahuluan kecelakaan tersebut pada akhir November 2019. Laporan itu dikeluarkan satu bulan setelah jatuhnya pesawat Lion Air rute Jakarta - Pangkalpinang di perairan pada 29 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.