KNKT Jelaskan Pilot Ketiga yang Terbangkan Lion Air Sebelum Jatuh

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyelidik dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Amerika Serikat memeriksa puing-puing pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Sebanyak 189 penumpang dan awak pesawat tidak ada yang selamat dalam kecelakaan pesawat tersebut. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Penyelidik dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Amerika Serikat memeriksa puing-puing pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Sebanyak 189 penumpang dan awak pesawat tidak ada yang selamat dalam kecelakaan pesawat tersebut. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau menyatakan telah mewawancarai pilot ketiga dalam penerbangan Lion Air JT-043 yang terbang pada 28 Oktober 2019.

    Baca: Misteri Pilot Ketiga yang Kemudikan Lion Air Sehari Sebelum Jatuh

    Penerbangan dengan rute Denpasar - Jakarta tersebut adalah penerbangan terakhir Boeing 737 Max 8 dengan nomor PK-LQP sebelum mengalami kecelakaan sehari setelahnya saat menempuh rute Jakarta - Tanjung Pinang. "Pilot yang bersangkutan sudah di-interview oleh KNKT," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam konferensi pers di kantornya, Kamis, 21 Maret 2019. 

    Namun, Soerjanto menyatakan sesuai dengan Undang-undang No 1 Tahun 2009, pernyataan dari seseorang yang diperoleh selama proses investigasi tidak boleh dipubikasikan. "KNKT tidak akan menyampaikan hasil wawancara tersebut."

    Dalam kesempatan yang sama, Soerjanto membenarkan keberadaan pilot di kokpit pada penerbangan JT-043 tersebut. Dia mengatakan pilot tersebut baru saja selesai menjalankan tugas terbang dan akan kembali ke Jakarta.

    Selain itu, pilot ketiga itu juga memiliki kualifikasi sebagai pilot Boeing 737 Max 8. Kendati demikian, KNKT tidak mau memberikan informasi mengenai identitas sang pilot.

    Kepala Sub Komite Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, berujar lembaganya memanggil pilot ketiga itu untuk mencari tahu apa yang dilihat dan didengar awak pesawat saat Boeing PK-LQP mengalami gangguan setelah digantinya angle of attack sensor. "Kalau ada peringatan apa yang muncul dan bagaimana kerjasama antara kapten dan kopilot, serta suasana apa yang dirasakan, itu yang kami harapkan," ujarnya.

    Sebelum jatuh, pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PK LQP itu sempat terbang dari Bandara Ngurah Rai, Bali ke Jakarta. Pesawat sempat mengalami masalah pada malam sebelum kecelakaan terjadi.

    Dilansir dari Bloomberg yang dikutip Bisnis.com, seorang pilot ketiga menjadi penyelamat dalam penerbangan Lion Air beregistrasi PK LQP. Pilot yang sedang tak bertugas itu menjadi penyelamat seluruh kru dan penumpang setelah mengatasi masalah dalam penerbangan Lion Air PK LQP dari Denpasar ke Jakarta pada 28 Oktober 2018.

    Berdasarkan dua orang sumber yang terlibat dalam investigasi kecelakaan Lion Air, pilot tersebut kebetulan menumpang dalam penerbangan dan duduk di kursi cadangan di dalam kokpit. Pilot mampu mendiagnosis masalah dengan tepat dan menonaktifkan sistem kontrol penerbangan yang mengalami malfungsi.

    Pilot meminta kru untuk memutus arus listrik ke motor yang menggerakkan hidung pesawat ke bawah. Pesawat pun berhasil mendarat dengan selamat di Jakarta.

    Keesokan harinya, dalam penerbangan dai Jakarta ke Pangkalpinang, pesawat tersebut disebut mengalami masalah yang sama dan jatuh di Laut Jawa. Pesawat jatuh dan  menewaskan seluruh 189 orang di dalamnya.

    Fakta ini menjadi petunjuk baru dalam penyelidikan kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 milik Lion Air. Hasil penyelidikan awal pada kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines pun menunjukkan adanya kemiripan dengan kecelakaan Lion Air.

    Baca: Rekaman Lion Air JT 610 Bocor, Penyelidik Gelar Konpers

    Kehadiran pilot ketiga ini belum pernah diungkapkan sebelumnya oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Lion Air, serta Boeing. "Semua data dan informasi yang kami miliki di penerbangan dan pesawat telah diserahkan ke KNKT. Kami tidak dapat memberikan komentar tambahan pada tahap ini karena penyelidikan yang sedang berlangsung atas kecelakaan itu," kata juru bicara Lion Air Danang Prihantoro melalui telepon, seperti dikutip Bloomberg.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.