Sandiaga Janji Buyback Indosat, Ini Komentar Rudiantara

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyampaikan adanya peningkatan konten hoaks menjelang pemilihan umum atau Pemilu 2019 seusai rapat kerja nasional atau rakornas Asosiasi Media Siber Indonesia (ASMI) di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyampaikan adanya peningkatan konten hoaks menjelang pemilihan umum atau Pemilu 2019 seusai rapat kerja nasional atau rakornas Asosiasi Media Siber Indonesia (ASMI) di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Isu  buyback Indosat dihembuskan kembali oleh calon wakil presiden Sandiaga Uno. Ia berjanji bakal membeli kembali Indosat jika dirinya dan Prabowo Subianto memenangi pemilihan presiden 2019.

    BACA: Kominfo Tawarkan 20 Ribu Beasiswa Digital Talent 2019

    Menanggapi hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa buyback tak lain adalah proses jual beli. Artinya, hal utama yang mesti dipastikan apakah pemilik Indosat saat ini mau menjual kembali sahamnya dan berapa harganya. 

    "Kalau saya sih melihat dari sisi bisnis saja, kalau orang mau menjual, apakah mau jual rugi? Selain itu, yang beli apa mau kalau kemahalan? Kan repot kalau kemahalan," ujar Rudiantara di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.

    Menurut Rudiantara, saat ini harga saham perusahaan telekomunikasi itu sedang turun. Artinya harga beli saat itu dan harga jual saat ini jauh berbeda. "Apa mau menjual rugi?," kata dia.

    Apabila sang pemilik tak mau mengalami kerugian, maka harga buyback Indosat bakal mahal. Kalau harga itu tinggi, Rudiantara mempertanyakan siapa yang mau menebus saham tersebut. "Apakah pemerintah mau membeli kalau kemahalan?," kata Rudiantara

    Di samping itu, Rudiantara menyebut saat ini Indonesia telah memiliki Badan usaha Milik Negara yang bergerak di bidang telekomunikasi, yaitu Telkom dan Telkomsel. Karenanya, ia mempertanyakan urgensi pembelian kembali saham Indosat.

    Sebelumnya, calon wakil presiden 02, Sandiaga Uno berujar buyback itu menjadi salah satu langkah menopang rencana program single identification number (SIN) lewat kartu Kartu Tanda Penduduk elektronik.

    Untuk mewujudkan program itu, kata Sandiaga, Indonesia harus menguasai data terlebih dulu. "Sebetulnya ide Pak Jokowi untuk mem-buyback Indosat itu bagus. Di bawah Prabowo Sandi akan kami usahakan," kata Sandiaga di Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.

    Janji buyback Indosat ini memang pernah disampaikan Presiden Joko Widodo pada 2014. Jokowi mengatakan Indosat dijual semasa Indonesia belum pulih benar dari krisis di era Presiden Megawati Soekarnoputri.

    BACA: Solusi Defisit BPJS oleh BPN Prabowo Disebut Gali Tutup Lubang

    Sandiaga mengatakan dirinya dan Prabowo siap melanjutkan janji Jokowi itu. Dia mengklaim buyback Indosat dapat memudahkan kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan dunia usaha terkait program SIN.

    "Menurut saya belum diseriusin aja. Insya Allah akan kami lanjutkan," kata Sandiaga ihwal hambatan buyback Indosat selama ini.

    BUDIARTI UTAMI 

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.