Lion Air Dikabarkan Bakal IPO Melantai di Bursa Saham

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Boeing 737 MAX 8 Lion Air Thai [Business Insider]

    Boeing 737 MAX 8 Lion Air Thai [Business Insider]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan maskapai penerbangan PT Lion Mentari Airlines atau Lion Air dikabarkan akan melantai di bursa saham dengan mencatatkan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

    Baca: Lion Air dan Perusahaan Tommy Soeharto Siap Melantai di Bursa

    Meskipun belum ada keterangan resmi dari pihak Lion Air, Direktur Penilaian Perusahaan BEI IGD Nyoman Yetna Setia mengatakan bahwa tim Lion Air telah menghadiri IPO Master Class yang diadakan di Bursa.

    Adapun, kegiatan tersebut dirancang untuk menyiapkan tim dari calon emiten untuk melakukan IPO khususnya yang telah memiliki rencana yang matang untuk segera go public. “Setelah semester II tahun lalu pelaksanaan IPO Master Class,” ujar Nyoman kepada wartawan, Kamis, 21 Maret 2019.

    Lebih lanjut, Nyoman menjelaskan bahwa kelas ini khusus dirancang dengan memberikan materi secara komprehensif dan melibatkan profesi penunjang pasar modal sebagai pembicara.

    Meski begitu, Nyoman mengutarakan hingga saat belum ada dokumen yang secara resmi diterima oleh Bursa dari pihak maskapai berlogo singa tersebut. “Bursa menyambut baik apabila perseroan segera merealisasikan rencana tersebut,” katanya.

    Sebelumnya, Partner Assurance Services Ernst & Young (EY) Indonesia, Jongki Widjaja, menyebutkan Lion Air termasuk dari deretan sejumlah perusahaan yang mengikuti kelas persiapan IPO pada pertengahan tahun lalu. "Ada Lion Air, Columbia Asia, Propan, Bank DKI, Humpuss Kimia. Mereka berminat (IPO) atau paling tidak owner mereka sudah mempersiapkan untuk IPO. Kalau mereka mengikuti kegiatan ini, berarti dari owner-nya sudah siap (IPO)," kata Jongki, 25 Juli 2018.

    Jongki juga menilai perusahaan ini cukup seksi. Selama ini, kata dia, akses pendanaan perseroan selalu diperoleh dari perbankan atau mekanisme konvensional lain. "Mungkin sekarang mereka melihat IPO sebagai cara terbaik," ujarnya.

    Terkait dengan waktu dari pelaksanaan IPO, Jongki mengaku belum mendapat informasi. Sebab, perusahaan biasanya membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk mengeksekusi pencatatan saham di pasar modal.

    Baca: Misteri Pilot Ketiga yang Kemudikan Lion Air Sehari Sebelum Jatuh

    Perusahaan harus melakukan konsultasi dengan penjamin emisi alias underwriter untuk menentukan harga dan jadwal. Sementara itu, jadwal IPO juga sangat bergantung pada kondisi market. "Kalau perusahaan bagus tapi market kurang bagus, sahamnya sulit naik," ucap Jongki.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.