Arus Mudik Lebaran Diprediksi Mulai H-7

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraannya saat memasuki Gerbang Tol Cikarang Utama, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat, 21 Desember 2018. Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik kendaraan jelang libur Natal dan Tahun Baru 2019 yang melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek berlangsung pada Sabtu (22/12/2018), dan ditaksir sekitar 85 ribu kendaraan. ANTARA/Risky Andrianto

    Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraannya saat memasuki Gerbang Tol Cikarang Utama, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat, 21 Desember 2018. Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik kendaraan jelang libur Natal dan Tahun Baru 2019 yang melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek berlangsung pada Sabtu (22/12/2018), dan ditaksir sekitar 85 ribu kendaraan. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memprediksi arus mudik Lebaran sudah akan dimulai sejak 29 Mei 2019 atau H-7. Adapun Idul Fitri 2019 akan jatuh pada 5 - 6 Juni 2019.

    BACA: Kemenhub Siapkan 1.300 Bus Mudik Gratis Lebaran 2019

    "Kami prediksi masyarakat akan pulang kampung sejak tanggal 29 karena tanggal 30 ada hari libur kenaikan Isa Almasih," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Maret 2019.

    Budi Setiyadi mengatakan, masyarakat memiliki pilihan waktu mudik lebih banyak lantaran ada beberapa hari libur yang berdekatan dengan Lebaran. Menilik kalender nasional, selain kenaikan Isa Almasih, ada pula Hari Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni.

    Masyarakat diprediksi akan memanfaatkan hari libur terjepit, yakni Jumat tanggal 30 Mei. Adapun tanggal 3 dan 4 Juni sudah diberlakukan sebagai hari cuti bersama oleh sejumlah kantor.

    Dengan kondisi demikian, Budi Setiyadi mengatakan masa mudik akan terpecah dalam 7 hari. Imbasnya, masyarakat memiliki pilihan rentang waktu pulang kampung yang lebih panjang, yakni dari 29 Mei hingga 4 Juni.

    Meski demikian, Kementerian Perhubungan tetap mengatur skema supaya tak terjadi penumpukan di awal masa mudik. Saat ini, Kementerian Perhubungan tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara untuk mengetatkan pegawai negeri sipilnya supaya tidak membolos pada hari libur terjepit, 30 Mei 2019.

    "Kami memberikan kesempatan pegawai swasta untuk pulang kampung tanggal 29 Mei," kata Budi Setiyadi. Sedangkan setelahnya, mulai 31 Mei, PNS sudah mulai bisa pulang kampung.

    BACA: Pendaftaran Mudik Motor Gratis Dibuka Hingga 25 Mei

    Sementara itu, untuk arus balik, Budi Setiyadi mengatakan komposisinya tak sebanyak arus mudik. Masyarakat memiliki alternatif tanggal pilihan lebih sedikit. "Hanya 3 hari waktu balik, yaitu mulai tanggal 7 hingga 9 Juni," ucap dia. 

    Masyarakat diperkirakan akan kembali beraktivitas setelah Lebaran,  pada 10 Juni, tepat hari Senin. "Kami harap sebelum tgl 5 atau 6, atau setelah salat Id, orang sudah mulai balik ke Jakarta," kata Budi. Karena itu,penumpukan arus balik dapat diantisipasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.