Sri Mulyani: The Fed Tak Naikkan Suku Bunga, Baik untuk Seluruh Dunia

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi jajarannya memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 19 Maret 2019. Sri Mulyani melaporkan realisasi APBN hingga akhir Februari 2019, tercatat Rp54,61 triliun atau 0,34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi jajarannya memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 19 Maret 2019. Sri Mulyani melaporkan realisasi APBN hingga akhir Februari 2019, tercatat Rp54,61 triliun atau 0,34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan keputusan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed yang tidak menaikkan suku bunga acuan, merupakan hal yang baik untuk seluruh dunia. Keputusan tersebut juga, menurut Sri Mulyani, mengurangi tekanan termasuk bagi perekonomian Indonesia.

    BACA: Pemilu 2019, Sri Mulyani Yakin Investasi Tumbuh Lebih Baik

    "Kalau The Fed tidak menaikkan suku bunga berarti itu baik untuk seluruh dunia," kata Sri Mulyani di Hotel Bidakara, Kamis, 21 Maret 2019.

    Tapi juga, kata Sri Mulyani, keputusan itu juga menggambarkan, bahwa The Fed memberikan perhatian kepada pelemahan ekonomi baik di AS, ataupun seluruh dunia.

    BACA: Sri Mulyani Beri Sinyal akan Anggarkan Dana Kecamatan

    Menurut dia, keputusan The Fed itu, menunjukkan bahwa lingkungan global mungkin memang sedang menjadi lemah. "Namun, dengan The Fed tidak menaikkan suku bunga, berarti tekanan seperti yang terjadi pada 2018, yakni kenaikan empat kali, tidak terjadi tahun ini," kata dia.

    Pada 20 Maret 2019, Federal Open Market Committee The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau Fed Fund Rate di angka 2,25 hingga 2,50 persen.

    Sri Mulyani juga mengatakan yakin investasi tahun ini akan tumbuh lebih baik. Hal itu karena dia melihat pada awal tahun sudah dimulai dengan hal baik, yaitu inflasi yang rendah.

    "Bahkan deflasi pada bulan Februari, kemudian neraca pembayaran transaksi perdagangan juga positif," kata Sri Mulyani

    Tapi, kata dia, Indonesia juga tetap harus berhati-hati melihat kemungkinan lingkungan global yang melemah. Menurut dia, kalau lingkungan global melemah, Indonesia harus fokus dalam penguatan ekonomi dalam negeri yang harus tahan guncangan global.

    "Makanya konsumsi dalam negeri harus meningkat, investasi meningkat dan belanja juga meningkat dan tetap melakukan diversifikasi ekspor, sehingga target bisa diupayakan untuk pertumbuhan ekonomi tercapai," ujar Sri Mulyani.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.