Rizal Ramli Kritik Kartu Sakti Jokowi: Bagai Jual Permen Lolypop

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekonom Rizal Ramli menyambangi gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018. Kedatangan Rizal Ramli untuk melaporkan politikus Surya Paloh atas dugaan pencemaran nama baik. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ekonom Rizal Ramli menyambangi gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018. Kedatangan Rizal Ramli untuk melaporkan politikus Surya Paloh atas dugaan pencemaran nama baik. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengkritik program bantuan sosial yang jadi salah satu andalan calon presiden nomor 01 Joko Widodo atau Jokowi dalam bentuk 3 kartu. Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengkritik program bantuan sosial yang jadi salah satu andalan calon presiden nomor 01 Joko Widodo atau Jokowi dalam bentuk 3 kartu. 

    Baca: Ingin Bertemu Jokowi, Rizal Ramli Mau Minta Kartu Kaya

    Rizal menilai pembagian kartu tersebut adalah solusi yang tidak komprehensif. "Rencana bagi-bagi kartu pemerintahan Widodo adalah solusi recehan, yang tidak menyelesaikan masalah secara komprehensif," ujarnya seperti dikutip dari cuitan di Twitter-nya @RamliRizal, Rabu, 20 Maret 2019.

    Rizal menanggapi tiga 'kartu sakti' yang diusung Jokowi dan Ma'ruf Amin yang akan diluncurkan bila memenangkan pemilihan presiden pada April 2019 mendatang. Ketiga kartu itu adalah Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Kartu Pra-Kerja dan Kartu Sembako Murah.

    Lebih jauh Rizal menilai adanya kartu-kartu itu hanya menawarkan solusi sesaat dan bukan permanen. "Bagaikan jualan permen lolypop, hanya pemanis yang menggiurkan, tetapi tidak mampu menyelesaikan kemunduran kita dalam pendidikan, kesehatan, lapangan kerja," tuturnya.

    Cuitan yang disampaikan sejak 15 jam yang lalu hingga kini telah berkembang viral disebarkan melalui sejumlah media sosial. Cuitan tersebut menuai 331 komentar dan disukai oleh 4.497 orang. Selain itu cuitan itu sudah di-retweet 1.638 kali. 

    Rizal menyebutkan penyelesaian masalah pendidikan tidak bisa hanya dengan membagikan Kartu Indonesia Pintar bahkan yang teranyar berbentuk Kartu Indonesia Pintar Kuliah. "Kualitas pendidikan yang rendah hanya bisa diperbaiki dengan penyederhanaan kurikulum, penghapusan Ujian Nasional, strategi kompetisi nasional, perbaikan kualitas guru. UU Land Grant & bebas pajak universitas," ucapnya.

    Begitu juga masalah kesehatan, menurut Rizal, tidak bisa hanya mengandalkan BPJS Kesehatan dan berhenti di tatanan ide yang bagus. BPJS Kesehatan yang diperjuangakan sejak 2010 -2013 itu sayangnya kesulitan pembiayaan karena iuran keanggotaan yang sangat rendah. "Hari ini BPJS kesulitan keuangan. Solusi Pak Widodo parsial, bagakan tensoplas. Perlu solusi komprehensif," kata Rizal Ramli.

    Tak sedikit netizen yang setuju dengan cuitan Rizal Ramli, tapi juga banyak yang balas mengkritik mantan menteri tersebut. Wildan Setiabudi misalnya. Melalui akun Twitter @wildysetiabudi malah mempertanyakan kiprah Rizal Ramli selama menjadi bagian dari pemerintahan. 

    "Anda pernah jadi bagian rezim ini lho. Waktu di dalam apa yg Anda lakukan dulu. Tapi waktu di dalam kayaknya Anda juga bukan team-player ya. Pongah merasa paling benar," ucap Wildan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.