Endeavor Indonesia: 35 Startup Hasilkan Rp 31 T di 2018

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa anak muda dari komunitas digital startup Surabaya berdiskusi di co-working space di lantai 3 Siola bernama Koridor, Surabaya, 14 Oktober 2017. TEMPO/ARTIKA FARMITA

    Beberapa anak muda dari komunitas digital startup Surabaya berdiskusi di co-working space di lantai 3 Siola bernama Koridor, Surabaya, 14 Oktober 2017. TEMPO/ARTIKA FARMITA

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi yang fokus untuk memberikan konsultasi bagi perusahaan untuk menjadi high impact entrepreneur, Endeavor Indonesia, menyebut sebanyak 10.100 pekerjaan berhasil diciptakan dari hanya 35 perusahaan rintisan atau startup di Indonesia. Sedangkan sepanjang 2018 perusahaan-perusahaan itu mampu menghasilkan US$ 2,2 miliar atau setara Rp 31,5 triliun.

    Baca: Ma'ruf Amin: Infrastruktur Langit Tumbuhkan 3.500 Startup di 2024

    "Laporan ini menunjukkan dampak strategis dari gerakan Endeavor di Indonesia, dalam misinya untuk menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Indonesia," seperti dikutip dalam laporan tersebut, Kamis 21 Maret 2019.

    Endeavor Indonesia selama ini banyak memberikan pelatihan dan mentoring untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas bisnis perusahaan khususnya perusahaan rintisan atau startup.

    Kemarin, Endeavour Indonesia merilis hasil temuan mengenai perkembangan terbaru kondisi perusahaan-perusahaan yang menerima bantuan mereka. Temuan itu disampaikan dalam laporan terkait pengembangan komunitas entrepreneur produktif di Indonesia melalui Impact Report 2016-2018.

    Menurut laporan itu, sejak 2016 hingga 2018, Endeavor telah memfasilitasi lebih dari 2.000 jam pendampingan untuk entrepreneur. Selain itu perusahaan telah menyelenggarakan lebih dari 50 acara dengan total hampir 8.000 peserta. Adapun hingga saat ini sebanyak 43 perusahaan telah mendapat bantuan pelatihan dan mentoring dari Endeavour Indonesia.

    Chairman Endeavor Indonesia Harun Hajadi berharap Indonesia akan memiliki entrepreneur yang tidak hanya bisa menyelesaikan masalah di pasar, tetapi juga dapat tumbuh untuk memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ekonomi lokal.

    "Misalnya dalam hal penciptaan lapangan kerja, membantu memberikan akses ke pasar dan pakar industri sebagai mentor dan akses ke permodalan serta edukasi," kata Harun dalam keterangan tertulisnya, Rabu 20 Maret 2019.

    Co-founder dan Presiden Bukalapak Fajrin Rasyid dalam menyatakan setelah menjadi bagian dari Endeavor Indonesia, perusahaanya kini bisa bertransformasi dari sebuah e-commerce menjadi bisnis lifestyle yang komprehensif. "Kami harus terus berinovasi untuk mengikuti perkembangan industri yang sangat dinamis," kata Fajrin.

    Baca: Grab Terima Suntikan Dana Rp 20,4 T dari Softbank

    Fajrin mengatakan memasuki tahun ke-3 bergabung bersama Endeavor, hal yang paling penting adalah akses terhadap koneksi global dan akses terhadap edukasi. Selain itu, Bukalapak juga memiliki banyak kesempatan untuk berbagi pengalaman dan keahlian mereka dengan sebanyak mungkin entrepreneur lain.

    Simak berita terkait startup lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.