Taksi Online dan Konvensional Bentrok, AP I Kirim Peringatan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1941 di kawasan Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis, 7 maret 2019. Pengamanan oleh Pecalang tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan dan kelancaran umat Hindu yang menjalani

    Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1941 di kawasan Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis, 7 maret 2019. Pengamanan oleh Pecalang tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan dan kelancaran umat Hindu yang menjalani "catur brata" penyepian. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pihak Angkasa Pura (AP) I Cabang Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali, menyayangkan terjadinya keributan sopir taksi konvensional dengan taksi daring atau taksi online di wilayah bandara tersebut. Video bentrokan viral beredar di media sosial.

    Baca : Viral Sopir Grab Car Usir Penumpang, Anjar Mujiono: Itu Fitnah

    “Terkait kejadian kemarin, saya pribadi serta atas nama perusahaan sangat menyayangkannya,” ujar Communication and Legal Section Head Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Arie Ahsanurrohim, di Badung, Bali, Senin, 18 Maret 2019.

    Pihaknya berharap kejadian serupa tidak terulang kembali karena pihaknya memahami para pengguna jasa bandara memiliki opsi dan pilihan. Selain itu pengguna jasa bandara sebagai konsumen juga dilindungi oleh Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

    Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kejadian serupa agar tidak terulang kembali.

    “Yang pertama, kita akan memberikan surat peringatan kepada operator taksi existing mana yang terlibat. Kami masih menunggu laporannya secara resmi dari Polsek KP3 Bandara. Itu karena operator taksi konvensional ada hubungan perjanjian dengan kami dan akan kami peringatkan,” ujarnya.

    Menurutnya, peringatan tersebut sudah masuk ke penyampaian peringatan yang kedua terkait dengan kejadiannya yang menganggu ketertiban umum di kawasan bandara.

    “Langkah kedua yang kami siapkan adalah akan segera melakukan standarisasi pengelolaan transportasi darat, baik nantinya transportasi konvensional maupun transportasi daring," kata Arie.

    Langkah ketiga dan yang sebelumnya telah disosialisasikan oleh pihak manajemen bandara kepada empat mitra existing yaitu tiga koperasi dan satu taksi bahwa pihaknya akan melakukan proses harmonisasi dengan taksi daring yang artinya, proses bisnis taksi daring juga akan diakomodir dalam waktu dekat.

    “Semoga hal itu dapat terlaksana dan kami juga mohon dukungannya. Kami memberikan waktu kepada semua taksi atau koperasi ini untuk mengevaluasi dan juga ada permohonan dari operator taksi untuk branch marking ke kami terkait bagaimana penerapan taksi daring di beberapa bandara yang ada di Indonesia,” katanya.

    Ia menjelaskan, pihaknya akan melakukan proses harmonisasi itu secara bertahap. Karena tidak dapat dipungkiri, Pulau Bali memang sensitif dengan isu tersebut.

    "Transportasi konvensional begitu kekeh ingin taksi daring tidak dapat beroperasi, tapi di sisi lain ada regulasi yang mengakomodir taksi daring,” kata Arie.

    Spesifik di Bandara, ia menjelaskan, pihaknya memiliki dua regulasi yang menonjol soal pengusahaan bandar udara, salah satunya adalah transportasi darat.

    "Poinnya adalah, taksi online bisa beroperasi dari dan ke bandara. Kemudian dilihat dari pasalnya itu, taksi daring adalah angkutan yang memiliki izin angkutan sewa khusus. Apakah taksi daring yang ada sekarang memiliki izin angkutan sewa khusus, itu perlu dipertanyakan," ujarnya.

    Ia menambahkan setiap badan hukum atau perseorangan ketika akan beroperasi di wilayah bandara secara resmi, wajib memiliki izin dari bandara. "Itu semua kami lakukan demi pengendalian kapastitas bandara, bukan kami bermaksud untuk memblok taksi online," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.