Tahun Ini, 2.000 Guru SMK Dikirim Magang ke Industri

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi saat memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) secara simbolis di SMK Negeri 1 Balige pada Jumat, 19 Maret 2019. Humas Pemprov Sumatera Utara

    Presiden Jokowi saat memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) secara simbolis di SMK Negeri 1 Balige pada Jumat, 19 Maret 2019. Humas Pemprov Sumatera Utara

    TEMPO.CO, Sukabumi - Kementerian Perindustrian akan mengirim 2.000 guru sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk magang di industri, tahun ini. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi industri.

    Baca: Atasi Pengangguran, Sandiaga Usung Konsep Rumah Siap Kerja

    Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Tranportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Harjanto, memaparkan sebanyak 1.941 guru telah dikirim untuk pelatihan di dalam dan luar negeri guna meningkatkan kompetensi teknis mereka.

    "Kami targetkan dapat memberikan pelatihan dan magang di industri kepada 2.000 guru SMK pada tahun ini," ujarnya di sela-sela kunjungan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Sukabumi, Senin 18 Maret 2019.

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa telah ada 2.604 SMK yang dimintakan menjadi peserta program link and match dengan 885 industri. Total jumlah perjanjian kerja sama antara SMK dan industri itu mencapai 4.917 kerja sama.

    "Kementerian memproyeksi telah menggandeng lebih dari 400 ribu siswa SMK di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi sejak 2017," kata Airlangga

    Berdasar situs resmi Data SMK terdapat 14.218 SMK dengan lebih dari 5 juta siswa. Dengan kata lain, kementerian baru memfasilitasj 18,31persen dari total SMK untuk bekerja sama dengan industri dan menyerap sekitar 8 persen siswa sebagai tenaga kerja.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.