Penjualan Industri Makanan Minuman Cina Cetak Rekor Tertinggi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dari BPOM memeriksa produk makanan import asal Cina saat razia makanan dan minuman di sejumlah pertokoan di Surabaya, Senin (08/02). Dalam razia tersebut, ditemukan sejumlah makanan dan minuman yang tak terdaftar. TEMPO/Fully Syafi

    Petugas dari BPOM memeriksa produk makanan import asal Cina saat razia makanan dan minuman di sejumlah pertokoan di Surabaya, Senin (08/02). Dalam razia tersebut, ditemukan sejumlah makanan dan minuman yang tak terdaftar. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Tianjin - Penjualan industri makanan dan minuman Cina mencatat rekor tertinggi sebesar 4,27 triliun yuan atau US$636 miliar sepanjang 2018. Presiden Asosiasi Masakan Cina, Jiang Junxian, mengatakan pendapatan industri makanan dan minuman itu menyumbang 11,2 persen dari total volume penjualan ritel tahun lalu.

    Baca: Jack Ma: Perang Dagang AS - Cina Hal Terbodoh di Dunia

    “Naik  0,4 persen dibandingkan tahun 2017,” kata Jiang seperti dikutip Antara, Senin 18 Maret 2019.

    Jiang menyebutkan industri makanan dan minuman berkontribusi sebesar 20,9 persen terhadap pertumbuhan konsumsi pada 2018. "Industri makanan dan minuman telah memainkan peran penting dalam mendongkrak konsumsi dan meningkatkan perekonomian,” kata dia.

    Provinsi Shandong, Guangdong, Jiangsu, Hebei dan Henan memperlihatkan pendapatan industri makanan dan minuman lebih dari 300 miliar yuan tahun lalu. Shandong menempati posisi teratas.

    Asosiasi itu memperkirakan pada tahun ini pendapatan industri makanan dan minuman akan menembus angka 4,6 triliun yuan. "Konsumen Cina lebih mementingkan keamanan pangan, nutrisi, dan kesehatan, serta memiliki persyaratan makanan yang lebih beragam, sehingga makanan berkualitas tinggi akan sesuai dengan apa yang akan dilakukan industri pada 2019," kata Jiang.

     
    Sebelumnya.  Pemerintah Cina mengumumkan memangkas target pertumbuhan ekonomi menjadi berkisar 6 - 6,5 persen pada tahun 2019 ini. Sepanjang tahun lalu Cina mencatatkan pertumbuhan ekonomi 6,4 persen. 
     
    Proyeksi tersebut terdapat dalam target pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang dirilis dalam laporan kerja tahunan Premier Li Keqiang kepada Kongres Rakyat Nasional dan dilansir Bloomberg pada Selasa pagi, 5 Maret 2019.

    Selain menurunkan target pertumbuhan, pemerintah Cina juga mengumumkan pemotongan pajak besar-besaran. Hal itu sebagai upaya pemerintah menekan perlambatan di tengah pergulatan dengan warisan utang dan kebuntuan perdagangan dengan Amerika Serikat.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.