Usai Debat Cawapres, Kurs Rupiah dan IHSG Menguat

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaku pasar asing yang kembali melakukan aksi beli saham menjadi salah satu faktor yang menopang laju IHSG. Data perdagangan efek di BEI tercatat, pelaku pasar saham asing membukukan aksi beli bersih sebesar Rp747,60 miliar pada akhir pekan ini. TEMPO/Tony Hartawan

    Pelaku pasar asing yang kembali melakukan aksi beli saham menjadi salah satu faktor yang menopang laju IHSG. Data perdagangan efek di BEI tercatat, pelaku pasar saham asing membukukan aksi beli bersih sebesar Rp747,60 miliar pada akhir pekan ini. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sehari setelah debat cawapres digelar, nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat.

    Baca: Cadangan Devisa Naik, Rupiah Tetap Melemah

    Kurs rupiah menyentuh posisi Rp 14.242 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Senin, 18 Maret 2019. Adapun pada Ahad malam kemarin berlangsung debat antara calon wakil presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno yang membahas masalah ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, sosial, dan budaya.

    Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp 14.242 per dolar AS. Angka itu menguat 68 poin atau 0,47 persen dari posisi Rp 14.310 pada Jumat pekan lalu, 15 Maret 2019.

    Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 15 poin atau 0,11 persen ke level Rp 14.245 per dolar AS pada pukul 08.55 WIB. Rupiah sebelumnya dibuka dengan penguatan 22 poin atau 0,15 persen di level Rp 14.238 per dolar AS.

    Pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia pagi ini terpantau melandai 0,054 poin atau 0,06 persen ke level 96,541 pada pukul 09.53 WIB.

    Dilansir dari risetnya hari ini, Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail memperkirakan pergerakan indeks dolar AS hari ini akan melemah ke level 96,0-96,5 terhadap hampir seluruh mata uang utama dunia.

    Hal tersebut didorong oleh melemahnya data Industrial Production Index (IPI) menjadi 0,1 persen (mom) pada bulan Februari dibandingkan dengan konsensus sebesar 0,2 persen. Rendahnya pertumbuhan IPI menunjukkan pelemahan yang semakin jelas terhadap ekonomi AS di triwulan pertama 2019.

    Turut membebani dolar AS, nilai tukar pound sterling menguat terhadap dolar AS setelah parlemen Inggris memutuskan untuk menolak proposal 'no-deal' dalam proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). BPS pada akhir pekan lalu juga melaporkan neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus tipis sebesar US$ 330 juta pada Februari 2019, atau surplus pertama kali sejak defisit berturut-turut dalam empat bulan terakhir.

    Sementara itu, IHSG dibuka menguat tadi pagi di level 6.481.59. Penguatan indeks dilanjutkan ke level 6.492,85. Sejumlah saham menjadi penguat IHSG yakni saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang masing-masing naik 0,73 persen dan 1,38 persen menjadi pendorong utamanya.

    Baca: BI Yakin Rupiah Rp 14.000, Faisal Basri: Hanya dengan Doa

     

    Namun Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.424,153 hingga 6.387,123.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.