Pangkas Impor Minyak, Pertamina Tingkatkan Serapan dari KKKS

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • VP Supply Export Operation PT. Pertamina (Persero), Agus Witjaksono (kanan) dan rombongan meninjau proses lifting perdana minyak mentah (crude oil) di Terminal Oil Wharf No.1 Pelabuhan PT. CPI di Dumai, Riau, Selasa 15 Januari 2019. Pembelian minyak mentah itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kilang dalam negeri dan sebagai upaya untuk memenuhi ketahanan energi nasional. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

    VP Supply Export Operation PT. Pertamina (Persero), Agus Witjaksono (kanan) dan rombongan meninjau proses lifting perdana minyak mentah (crude oil) di Terminal Oil Wharf No.1 Pelabuhan PT. CPI di Dumai, Riau, Selasa 15 Januari 2019. Pembelian minyak mentah itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kilang dalam negeri dan sebagai upaya untuk memenuhi ketahanan energi nasional. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

    TEMPO.CO, Jakarta —PT Pertamina (Persero) terus berupaya memangkas impor minyak nasional dengan meningkatkan penyerapan hasil produksi minyak mentah bagian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Hingga awal Maret 2019,BUMN ini telah menyerap minyak mentah dan kondensat sebanyak 123 milion barrel per calendar day (MBCD) yang didapat dari 29 KKKS.

    BACA: Pertamina Resmikan Fasilitas Bertenaga Surya di Kilang Cilacap

    Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, mengatakan selama ini impor minyak Pertamina disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri, sehingga jumlahnya merujuk pada kekurangan jumlah di dalam negeri. “Prioritas kami [sekarang] mengambil dari dalam negeri dulu [bagian KKKS] ,” tuturnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.  

    Dengan model kesepakatan antarbisnis, Pertamina terus berupaya menyerap seluruh minyak dari KKKS yang ada, termasuk dari Chevron dan ExxonMobil. Menurutnya, untuk proses transaksi dari ExxonMobil saat ini masih dalam proses penjajakan.

    Di sisi lain, penyerapan minyak dari Chevron masih terus berjaan dan sedang dalam proses perpanjangan kontrak berikutnya. “Untuk ExxonMobil masih on going penjajakan, sementara Chevron sedang berjalan dan proses perpanjangan,” kata Fajriyah.

    Sebelumnya, Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina Hasto Wibowo, mengatakan upaya negosiasi dengan ExxonMobil untuk kontrak jual-beli minyak mentah periode Januari-Juni belum menemukan kesepakatan. Negosiasi diarahkan untuk transaksi pada periode Juli-Desember.

    "Antara kami dengan penjual tidak ada kesepakatan [Januari - Juni]. Namanya jual beli  tidak bisa memaksa, kami harus respek. Nanti akan bicara lagi nih tapi untuk terms yang Juli-Desember," kata Hasto. Untuk negosiasi dengan ExxonMobil, Pertamina mendiskusikan penyerapan minyak sebanyak 30.000 barel per hari.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.