Sandiaga Akan Hapus Ujian Nasional di Debat Cawapres

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno (kanan) menjawab pertanyaan wartawan saat tiba di lokasi Debat Cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Maret 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno (kanan) menjawab pertanyaan wartawan saat tiba di lokasi Debat Cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Maret 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden dari nomor urut dua Sandiaga Salahuddin Uno akan menghapuskan Ujian Nasional (UN) jika terpilih. "Kita pastikan sistem UN dihentikan, diganti dengan penelusuran minat bakat," ujar Sandiaga dalam debat cawapres yang merupakan debat putaran ketiga di Jakarta, Minggu, 17 Maret 2019.

    Baca: Debat Cawapres 2019: Ma'ruf Amin Sarungan, Sandiaga Pakai Jas

    Sandiaga mengatakan pihaknya akan memperbaiki kurikulum agar fokus pada akhlak yang mulia. "Kami juga punya konsep sekolah "link and match" yang mana pemberi lapangan kerja tersambung dengan lembaga pendidikan," ujarnya.

    Sejak 2015, ujian nasional tidak lagi dijadikan penentu kelulusan dan lebih memprioritas Indeks Integritas ujian nasional atau IIUN. UN dijadikan untuk pemetaan pendidikan. Nilai UN juga mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

    Rerata nilai Ujian Nasional (UN) SMP yang terus mengalami penurunan dari 61,81 pada tahun pelajaran 2014/2015 turun menjadi 50,80 pada tahun pelajaran 2017/2018.

    Hal serupa juga dialami rerata nilai UN SMA/MA dari 58,27 pada 2014/2015 turun menjadi 50,80 pada tahun ajaran 2017/2018. Untuk SMK juga mempunyai kecenderungan serupa yakni terus turun dari 62,15 pada 2014/2015 menjadi 45,21 pada 2017/2018.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.