Lebaran 2019, 30 Ribu Kendaraan Bakal Lewati Tol Solo - Ngawi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melintasi di jalan Tol Solo Ngawi saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Batang, Jawa Tengah, Jumat, 7 Desember 2018. Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan pekerjaan fisik keempat ruas tol tersebut sudah hampir 100 persen. ANTARA/Zabur Karuru

    Sejumlah kendaraan melintasi di jalan Tol Solo Ngawi saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Batang, Jawa Tengah, Jumat, 7 Desember 2018. Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan pekerjaan fisik keempat ruas tol tersebut sudah hampir 100 persen. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta -  PT Jasa Marga Solo Ngawi (JSN) memprediksikan sekitar 30 ribu kendaraan akan melewati ruas tol Solo-Ngawi saat momentum Lebaran 2019.

    Baca juga: Tol Trans Jawa Tak Kurangi Animo Penumpang Kereta Api

    "Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan saat hari normal sebanyak  11 ribu sampai 12 ribu kendaraan per hari," kata Direktur Teknik PT JSN Aryo Gunanto di Solo, Minggu, 17 Maret 2019.

    Menurut dia, prediksi kenaikan tersebut seiring dengan makin banyaknya pengendara yang lebih memilih jalan bebas hambatan dibandingkan jalan raya biasa. "Hadirnya Jalan Tol Solo-Ngawi ini signifikan dalam mengurai kepadatan lalu lintas di jalanan arteri," katanya.

    Ia mengatakan prediksi kendaraan tersebut baik dari arah barat ke timur maupun sebaliknya.

    Sementara itu, menghadapi arus mudik pada Lebaran 2019 pihaknya sudah mulai melakukan persiapan khusus untuk mengoptimalkan pelayanan kepada pengguna jalan tol, di antaranya mengoptimalkan rambu-rambu lalu lintas dan pelayanan di "rest area".

    Menurut dia, jika melihat momentum Natal dan Tahun Baru 2019 lalu, kapasitas parkir yang disediakan di "rest area" selalu penuh karena tingginya jumlah kendaraan yang melewati jalan tol.

    "Oleh karena itu, pada Lebaran 2019 kapasitas parkir akan kami tambah, dari yang awalnya 300 kendaraan menjadi berkapasitas 500 kendaraan," katanya.

    Sedangkan untuk layanan "top up" alat pembayaran kartu e-tol juga dioptimalkan baik itu di "rest area" maupun di gerbang tol. Dengan demikian, dikatakannya, masyarakat tidak perlu melewati antre yang terlalu panjang.

    Sesuai dengan keputusan Menteri PUPR Nomor 897/KPTS/M/2018 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol, untuk Jalan Tol Solo-Ngawi menetapkan tarif sebesar Rp 1.000/km untuk kendaraan Golongan I, Rp 1.500/km untuk kendaraan Golongan II dan III, serta Rp 2.000/km untuk kendaraan Golongan IV dan V.

    Baca berita lain soal Lebaran di Tempo.co

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.