Sandiaga Ajukan Rumah Siap Kerja, Ma'ruf Tawarkan Kartu Pra Kerja

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno. instagram

    Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno. instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno diperkirakan bakal mensosialisasikan program Rumah Siap Kerja dalam debat cawapres yang akan digelar pada malam hari ini. 

    Baca: Sandiaga Uno Janji Hapus Pajak UMKM Pemula di 2 Tahun Pertama

    Hal tersebut disampaikan oleh Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Dradjad Wibowo. Ia menyebut program Rumah Siap Kerja sebagai solusi mengentaskan persoalan ketenagakerjaan karena bakal membantu membuka lapangan pekerjaan baru.

    "Kami menawarkan solusi yang lebih bagus dari apa yang dijanjikan pemerintah, tetapi gagal," ujar Dradjad dalam pesan singkat kepada Tempo, Ahad, 17 Maret 2019. Program itu bakal dibarengi juga dengan penyempurnaan program OK OCE. Lebih jauh, program itu akan diperkenalkan dalam debat calon wakil presiden antara cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Sandiaga Uno, malam hari ini.

    Hanya saja, Dradjad ogah menyatakan bahwa program Rumah Siap Kerja adalah jawaban atas program Kartu Pra kerja yang ditawarkan Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Menurut dia, program kartu sakti ala Jokowi itu kurang pruden dari sisi fiskal. Sementara dalam sisi pengembangan sumber daya manusia, program tersebut dinilai bertentangan dengan semangat membangun milenial wirausaha.

    "Dari sisi psikologi membuat generasi muda menjadi malas dan berjiwa tangan di bawah," ujar Dradjad. Ia mengatakan Prabowo - Sandiaga ingin menjadikan generasi milenial yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan atau berkontribusi positif sebagai profesional yang berkeahlian tinggi, bukan pemuda yang mendapat uang tanpa bekerja.

    Baru-baru ini, Sandiaga Uno memperkenalkan konsep Rumah Siap Kerja untuk menanggulangi pengangguran di Indonesia, terutama di kalangan kaum muda.

    Konsep Rumah Siap Kerja ini diperkenalkan sebagai suatu solusi untuk memberi solusi bagi kaum muda pengangguran di daerah perkotaan dan perdesaan yang mencari lapangan kerja maupun berkeinginan untuk menjadi wirausaha. 

    "Indonesia memiliki kurang lebih 7 sampai 8 juta pengangguran, di mana sebagian besarnya adalah anak-anak muda di usia produktif," kata Sandiaga. Sandiaga menjelaskan, Rumah Siap Kerja adalah pusat layanan terpadu satu pintu sebagai sarana penghubung antara pencari kerja dan penyedia tenaga kerja, pencari keterampilan baru, berwirausaha serta menyalurkan bakat dan minat atau hobi secara kreatif dan inovatif.

    "Program Rumah Siap Kerja ditujukan bagi muda berumur 16 hingga 40 tahun, yang juga akan memberikan bimbingan karir bagi anak-anak muda khususnya di daerah perdesaan," kata Sandiaga.

    Rumah tersebut, kata Sandiaga, nantinya dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang dapat dimanfaatkan anak muda, seperti, lapangan olahraga, ataupun co-working space dan berperan untuk menjadi community center dan menjadi pusat kegiatan anak muda di daerahnya masing-masing.

    Adapun Ma'ruf Amin nanti akan menjelaskan lebih dalam program Kartu Pra Kerja. "Kartu itu sudah jadi rencana dan kebijakan. Kartu Pra-Kerja itu kan untuk meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia) saja dan sudah dilontarkan oleh Pak Jokowi. Ya tentu akan saya bawa juga (dalam debat)," ujar Ma'ruf di sela kegiatannya ke Cilegon, Banten dalam keterangan pers yang diterima Tempo, Kamis, 14 Maret 2019.

    Baca: Atasi Pengangguran, Sandiaga Usung Konsep Rumah Siap Kerja

    Ma'ruf berujar akan menyampaikan seluruh program unggulan yang ditawarkan Jokowi dan dirinya  sesuai dengan tema debat ketiga. Salah satunya adalah Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Pra-Kerja. Program-program tersebut itu, kata Ma'ruf, merupakan keunggulan. Tinggal, kata dia, volumenya ditingkatkan dan sistemnya diperbaiki kembali supaya lebih banyak masyarakat memperoleh manfaatnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.