Kemenhub Berharap Standar Minimum Diterapkan Pengemudi Truk

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi ketika memberi keterangan kepada wartawan di Restoran Es Teler 77, Melawai, Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Senin, 11 Desember 2017. Tempo/Zara Amelia Adlina

    Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi ketika memberi keterangan kepada wartawan di Restoran Es Teler 77, Melawai, Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Senin, 11 Desember 2017. Tempo/Zara Amelia Adlina

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengapresiasi upaya Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) dalam mempelopori keselamatan berkendara bagi pengemudi truk. Diharapkan ada Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang dapat diterapkan oleh seluruh pengemudi.

    Baca juga: Kemenhub Ikut Selidiki Penyebab Helikopter Jatuh di Tasikmalaya

    "Jadi saya bersyukur bahwa Aptrindo mempunyai semangat bersama kita untuk semakin mengembalikan truk untuk tidak over dimension-over load [ODOL] maupun semangatnya untuk membangun keselamatan baik kepada operatornya maupun pengemudinya terutama," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di sela acara deklarasi pengemudi pelopor keselamatan lalu lintas, Minggu, 17 Maret 2019.

    Dia menjelasnya ada berkisar 10 ribu pengemudi kendaraan truk yang akan semakin memperkuat persepsi pengemudi tentang keselamatan. "Supaya mereka dalam berkendara itu harus ingat bahwa keselamatan yang diutamakan dan diprioritaskan," tuturnya.

    Dia berharap pengemudi dan pengusahanya menerapkan standar keselamatan dalam rangka penyelenggaraan operasinya. Ada standar pelayanan minimum (SPM) yang harus dilakukan.

    "Misalnya pengemudinya harus seperti apa ada pelatihannya, kemudian bagaimana mengendalikannya kemudian bagaimana meningkatkan SDM pengemudinya kita harapkan seperti itu," tutur Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub tersebut.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.