Jokowi Tetap Datangi Sibolga Meski Sudah Dilarang Kapolri

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam acara Groundbreaking Pengembangan Pelabuhan Sibolga, di Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara, 20 Agustus 2016. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengatakan bahwa pengembangan pelabuhan dengan investasi sebesar Rp289 miliar tersebut ditargetkan selesai pada 2017. Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam acara Groundbreaking Pengembangan Pelabuhan Sibolga, di Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara, 20 Agustus 2016. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengatakan bahwa pengembangan pelabuhan dengan investasi sebesar Rp289 miliar tersebut ditargetkan selesai pada 2017. Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Sibolga - Presiden Joko Widodo atau Jokowi hari ini meresmikan Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara. Padahal sebelumnya rencana kedatangan Jokowi sempat dilarang oleh Kapolri dengan alasan keamanan, mengingat peristiwa bom bunuh diri baru saja terjadi di daerah itu.

    Baca: Jokowi Sebut Desain Pelabuhan Sibolga Terbaik di Asia Pasifik

    Namun akhirnya Presiden Jokowi tetap memilih untuk datang ke Sibolga. “Kapolri sampaikan kepada saya, agar tidak usah ke Sibolga karena terkait keamanan," ujar Jokowi sewaktu bertemu dengan tokoh agama di Hotel Wisata Indah Sibolga usai meresmikan Pelabuhan Sibolga, Ahad, 17 Maret 2019.

    Jokowi lantas mencontohkan peringatan serupa disampaikan kepadanya ketika ia hendak bertolak ke Afghanistan. "Sama sewaktu saya mau ke Afghanistan juga demikian. Tapi saya tolak," ucapnya. "Tidak! Saya harus ke Sibolga, urusan keamanan itu urusan Polri dan TNI."

    Kedatangannya untuk meresmikan pelabuhan Sibolga, menurut Jokowi, juga karena keinginannya bertemu dengan rakyat. "Pokoknya saya mau ketemu dengan rakyat saya, masak saya takut..? Sedangkan ke Afghanistan saja saya pergi, masak ke Sibolga tidak berani,” ucapnya.

    Lebih jauh Jokowi mengaku kaget dengan adanya bom bunuh diri Sibolga. Ia juga tak habis pikir  Sibolga dikenal damai, aman sejuk, kok bisa-bisa terjadi peristiwa bom yang cukup besar.

    "Saya betul-betul kaget, karena tidak pernah dalam sejarahnya di Sibolga ini ada kejadian seperti itu. Biasanya kan sering terjadi di Jawa, tetapi kenyataan di Sibolga juga sudah terjadi," kata Jokowi. "Artinya, ini harus kita waspadai dan berhati-hati. Untuk itu saya titipkan Sibolga dan Tapanuli Tengah ini kepada bapak-ibu para tokoh agama pemuda dan kita semuanya."

    Presiden Jokowi juga meminta kepada masyarakat agar benar-benar peduli dan membangun komunikasi dengan tetangga dan keluarga. “Kalau ada yang tiba-tiba berubah dari keluarga atau tetangga kita, kita harus peduli dan melaporkan kepada aparat. Intinya kejadian seperti yang kemarin jangan terulang lagi di Sibolga kita ini,” katanya.

    Secara terpisah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut Pelabuhan Sibolga  sebagai pelabuhan terbaik dan terbesar di bagian barat Pulau Sumatera. Sebab, pelabuhan ini memungkinkan kapal besar bersandar dan mengangkut logistik. Pelabuhan itu memiliki kedalaman draft 9 meter. 

    Proyek pengembangan pelabuhan di Kecamatan Sibolga Sinambas, Sumatera Utara, itu dimulai sejak 2016 dan kini telah rampung. "Alhamdulillah Pelabuhan Sibolga bisa diselesaikan. Menurut pengalaman saya, pelabuhan ini yang paling baik di bagian barat Sumatera," ujar Budi Karya dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Ahad, 17 Maret 2019.

    Baca: Jokowi Minta Penggunaan Karet untuk Adonan Aspal Jalan Diwajibkan

    Selain kapasitasnya yang besar, Budi Karya juga memuji desain Pelabuhan Sibolga yang unik karena dapat mengakomodir kegiatan bongkar muat dan pelayanan penumpang secara berdekatan. "Ini menyelesaikan masalah penumpang, menghindari crossing, tapi tetap bisa mengakomodasi kegiatan bongkar muat."

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.