Letusan Gunung Agung Mereda, Maskapai Tetap Diminta Waspada

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara sisi barat kawasan reklamasi Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali, Jumat, 23 November 2018. Reklamasi tersebut dilakukan pihak PT Angkasa Pura I wilayah Bandara I Gusti Ngurah Rai. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Foto udara sisi barat kawasan reklamasi Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali, Jumat, 23 November 2018. Reklamasi tersebut dilakukan pihak PT Angkasa Pura I wilayah Bandara I Gusti Ngurah Rai. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Usai terjadinya erupsi Gunung Agung pada pagi hari ini, Kementerian Perhubungan menyatakan operasional penerbangan di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali kembali normal.

    Baca: Gunung Agung Erupsi, 446 Penerbangan dari dan ke Bali Dibatalkan

    Meski begitu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti mengungkapkan agar seluruh stakeholder penerbangan lebih berhati-hati, waspada dan selalu siap memberikan informasi terkait dengan erupsi Gunung Agung. 

    Semua stakeholder penerbangan harus saling bersinergi dan berkoordinasi untuk dapat memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat," kata Polana dalam siaran pers, Ahad, 17 Maret 2019. Hal ini disampaikan usai erupsi Gunung Agung pada pukul 08.03 WITA pada hari ini.

    Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, menurut Polana, akan selalu menjadi prioritas Ditjen Perhubungan Udara. Bandara akan dinyatakan tertutup untuk penerbangan jika memang terdampak dan pihaknya selalu berkoordinasi dengan semua pihak untuk memberikan informasi terkini.

    Sementara itu, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali, Elfi Amir membenarkan bahwa pengoperasian Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai berjalan normal. 

    "Bandara masih beroperasi secara normal dan tidak terdampak erupsi Gunung Agung. Kami akan selalu dan segera melaporkan informasi terkini kepada Dirjen Perhubungan Udara," kata Elfi Amir.

    Berdasarkan data yang diperoleh, abu Gunung Agung berada di ± 500 m di atas puncak (± 3.642 m di atas permukaan laut). Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 5 mm dan durasi ±  39 detik.

    Gunung Agung berada pada Status Level III (Siaga), AirNav Indonesia pun telah mengeluarkan ASTHAM terkait erupsi Gunung Agung dengan No. VAWR 6946, status gunung dengan kode warna oranye atau letusan gunung berapi sedang berlangsung namun abu/awan tidak mencapai FL 250.

    Baca: Gunung Agung Mereda, Menpar Harap 6 Negara Cabut Travel Advice

    ASHTAM memberikan informasi mengenai status aktivitas gunung berapi ketika terjadi perubahan dalam aktivitasnya atau diharapkan akan terjadi perubahan yang sangat signifikan. Adapun, level perubahan aktivitas dimaksud diidentifikasi dengan kode warna.

    Simak berita lainnya terkait Gunung Agung di Tempo.co.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.