JK: Agar Bisa Bersaing, Media Harus Unik dan Perbesar Pasar Lokal

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghadiri penandatanganan perjanjian kemitraaan ekonomi Indonesia - Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IACEPA), di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Senin, 4 Maret 2019. Foto: Biro Pers Wakil Presiden

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghadiri penandatanganan perjanjian kemitraaan ekonomi Indonesia - Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IACEPA), di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Senin, 4 Maret 2019. Foto: Biro Pers Wakil Presiden

    TEMPO.CO, Bandung - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menyebutkan saat ini persaingan antara tiap media sangat ketat. 

    Baca: JK Larang Pembangunan Bandara Digarap Kontraktor Asing

    Agar bisa bersaing, kata JK, media harus memfokuskan diri memperbesar pasar lokal dengan memperbesar keunikan. Pasalnya, jika bersaing secara nasional akan membuat media sulit berkembang.

    JK menyebutkan persaingan yang kian ketat antar media ini tak lepas dari kian majunya perkembangan teknologi. Pasalnya, perkembangan teknologi membuat setiap orang dapat menjadi penyampai informasi seperti media sosial. "Karena berita atau media sudah jadi industri. Ada persaingan," ucap JK, dalam paparannya di Bandung, Ahad, 17 Maret 2019.

    Lebih jauh JK menyebutkan, yang dipersaingkan dalam sistem tak lain adalah media mana yang dapat memberikan informasi lebih baik, membawa informasi lebih cepat, dan yang lebih murah. "Tiga hal persaingan ini akan jadi bagian dari media itu sendiri. Ini tentu diikuti dengan perkembangan teknologi," katanya.

    Saat ini, kata JK, hanya media yang objektif dan memberikan informasi dengan cepat yang dapat bertahan di era teknologi informasi sekarang. Dan pada saat ini teknologi telah membuat tata cara baru cara berbisnis termasuk industri media. 

    "Media juga berubah dengan cepat, dulu bangun tidur (kita) buka surat kabar. Sekarang hidupkan TV lalu ambil handphone (untuk mengakses berita dan informasi)," kata JK.

    Baca: JK: Tunjangan Pengangguran Hanya Bisa Diterapkan di Negara Maju

    Untuk itu, JK menyebutkan pemilik media harus menyadari saat ini perannya bukan lagi penyampai narasi sentral atas informasi. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Umumkkan 9 Partai yang Lolos ke Parlemen dalam Pemilu 2019

    Komisi Pemilihan Umum menyatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan anggota legislatif di pemilu 2019.