Bulog Gelontorkan 190 Ribu Ton Beras Lewat Operasi Pasar

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Inspektur Jenderal (Irjen) Perdagangan Kementrian Perdagngan (Kemendag) Srie Agustina, saat meninjau Gudang Bulog Divisi Regional (Divre) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Menurut Srie persediaan beras aman hingga usai lebaran nanti. Parliza Hendrawan

    Inspektur Jenderal (Irjen) Perdagangan Kementrian Perdagngan (Kemendag) Srie Agustina, saat meninjau Gudang Bulog Divisi Regional (Divre) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Menurut Srie persediaan beras aman hingga usai lebaran nanti. Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Perum Bulog telah menggelontorkan 190.000 ton beras medium melalui Operasi Pasar (OP) cadangan beras pemerintah (CBP) di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras di tingkat konsumen.

    Baca: Dirut Bulog Akui Beras Operasi Pasar Tak Terserap Maksimal

    Bulog mendistribusikan rata-rata 2.000-3.000 ton beras medium per hari untuk Kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) melalui Operasi Pasar CBP ini. Dengan begitu, diharapkan target OP CBP sebesar 15.000 ton per hari dapat dicapai saat musim paceklik karena harga beras diperkirakan melonjak.

    "Kegiatan ini telah dilakukan serentak oleh Bulog Divisi Regional seluruh Indonesia pada 3 Januari 2019 sesuai instruksi Presiden sebagai antisipasi terjadinya kenaikan harga beras pada awal tahun 2019," kata Direktur Operasional dan Pelayanan Publik, Tri Wahyudi Saleh melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 15 Maret 2019.

    Dalam pelaksanaan Kegiatan KPSH ini, Bulog melibatkan banyak pihak dengan pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan atau pun yang membidangi di tingkat provinsi/kabupaten/kota dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) masing-masing daerah. Selain itu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan maupun pengecer di pasar tradisional, retail modern, jaringan Sahabat Rumah Pangan Kita (RPK), sinergi BUMN serta melalui distributor juga dilibatkan.

    Kementerian Perdagangan telah menugaskan Bulog untuk melanjutkan kegiatan operasi pasar melalui surat Menteri Perdagangan tanggal 2 Januari 2019 yang ditujukan kepada Dirut Perum Bulog. Operasi pasar dilakukan dengan ketentuan harga beras untuk wilayah 1 (Jawa, Lampung, Sumsel, Sulawesi, NTB, Bali) sebesar Rp 8.100 per kilogram ; wilayah 2 (Sumetra kecuali Lampung dan Sumatra Selatan, Kalimantan, NTT) sebesar Rp 8.600 per kilogram, dan wilayah 3 (Maluku dan Papua) sebesar Rp 8.900 per kilogram dengan harga jual maksimal sesuai HET masing-masing wilayah.

    Baca: Harga Telur Naik, 21,5 Ton Telur Digelontorkan pada Operasi Pasar

    Stok beras Bulog secara nasional saat ini lebih dari 1,89 juta ton. Gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia siap menyalurkan stok tersebut bila sewaktu-waktu dibutuhkan Pemerintah baik untuk bencana alam maupun untuk Operasi Pasar CBP guna stabilisasi harga, juga menjaga stok dalam rangka hari besar keagamaan, terutama menjelang Puasa Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2019.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.