Debat Cawapres, Dua Calon Diminta Evaluasi Kurikulum

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan capres - cawapres nomor urut 01, Jokowi (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Capres dan Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Sementara Prabowo dan Sandi tampil kompak dengan jas dan dasi. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pasangan capres - cawapres nomor urut 01, Jokowi (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Capres dan Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Sementara Prabowo dan Sandi tampil kompak dengan jas dan dasi. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, JakartaDebat Cawapres yang menandingkan Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno pada Ahad, 17 Maret 2019, bakal mengangkat isu seputar pendidikan. Pengamat pendidikan Weilin Han meminta kedua cawapres berfokus pada topik kurikulum pendidikan di Indonesia yang minim kajian dan evaluasi. 

    Baca juga: Radhar Panca Dahana dan 2 Rektor jadi Panelis Debat Cawapres

    “Kurikulum pendidikan kita harus disiapkan secara matang dan tidak buru-buru diterapkan karena keputusan politik,” kata Weilen saat dihubungi Tempo pada Jumat, 15 Maret 2019. 

    Ditilik dari kondisi saat ini, Weilen mengatakan Indonesia seringkali menerapkan kurikulum baru dengan buru-buru. Padahal, di negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat, perubahan kurikulum umumnya melalui riset bertahun-tahun.

    Pengejawantahan kurikulum anyar pun seharusnya tak dijalankan sekadar memenuhi unsur anggaran. Lebih lanjut, Weilen meminta pemerintah mendatang lebih berfokus memngevaluasi kurikulum lama sebelum membahas kurikulum baru. 

    “Kurikulum ini harus dipersiapkan secara matang. Ketika menyiapkan kurikulum, artinya tanyakan ke kabinet, memangnya sudah ada evaluasi benar mengenai kurikulum yang sebelumnya?” ucap Weilen.

    Selain kurikulum, Weilen menyarankan kedua cawapres merembuk adanya pendampingan untuk guru. Ia memandang guru perlu memperoleh pendampingan yang sifatnya psikologis. Misalnya, pemerintah harus menyediakan ruang konseling sebagai wadah para guru untuk berkonsultasi terhadap tekanan yang sedang dihadapi. Hal ini bertujuan untuk memanusiakan para pekerja di bidang pendidikan.

    Baca: Prabowo Sebut Defisit BPJS Kesehatan Rp 20 T Masalah Kecil

    “Jadi orang-orang yang di birokrasi harus berempati. Siapa pun pengambil kebijakan yang menang, eksekutif dan legisltif harus memanusiakan guru,” ujar Weilen.

    Dalam Debat Cawapres lusa, Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno bakal membahas isu-isu yang menyangkut persoalan ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, sosial, dan budaya.  Tak seperti dua debat sebelumnya, debat ketiga ini hanya akan menghadirkan cawapres dari kedua pasangan calon.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.