Alasan KAI Belum Umumkan Penjualan Tiket Kereta Tambahan Lebaran

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama KAI Edi Sukmoro saat menyapa penumpang kereta Sleeper. (dok. PT KAI)

    Direktur Utama KAI Edi Sukmoro saat menyapa penumpang kereta Sleeper. (dok. PT KAI)

    TEMPO.CO, Bandung - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro mengaku, sengaja belum mengumumkan tanggal penjualan tiket kereta tambahan untuk Lebaran karena masih menghitung kemungkinan penambahan armada kereta selama Operasi Lebaran 2019.

    Baca juga: KAI Buka Pendaftaran Angkut Motor Gratis untuk Pemudik Lebaran

    “Prinsipnya kita menghitung terus, karena nanti ada kereta yang dari Inka masuk beberapa rangkaian, kita harapkan bisa menambah kapasitas,” kata dia di Bandung, Jumat, 15 Maret 2019.

    Edi mengatakan, dalam waktu dekat pada Maret ini akan mengumumkan kereta tambahan Lebaran yang akan dioperasikan. “Mungkin awal April kita mulai jual,” kata dia.

    Edi mengatakan, PT Kereta Api Indonesia terus menyiapkan diri untuk menghadapi lonjakan penumpang selama libur Lebaran. “Hampir tiap kali rapat direksi kita masukkan agenda itu. Tiket (untuk masa angkutan Lebaran) sudah kita jual sejak tanggal 25 Februari, dan nampaknya memang masyarakat masih banyak yang ingin, jadi cepet sekali dibeli sama orang,” kata dia.

    Menurut dia, saat ini masih terus dihitung kemungkinan penambahan sarana yang bisa dipergunakan saat Lebaran nanti. “Kalau yang tambahan masih kita rapatkan, karena Pak Direktur Sarana masih terus ngecek di lokasi itu masih ada gak yang bisa di pakai, tentu saja harus aman,” kata dia.

    Edi mengaku, PT Kereta Api juga tengah menjajaki kemungkinan untuk menambah gerbong dari setiap rangkaian kereta untuk menambah kapasitas angkut penumpang di masa libur Lebaran nanti. “Kita sedang mensimulasi untuk rangkaiannya diperpanjang, kalau bisa hampir semuanya. Nanti kita upayakan,” kata dia.

    Edi mengatakan, saat ini penjualan tiket kereta untuk arus mudik dan balik Lebaran masih terus berlangsung. “Penjualan sudah dari kemarin tanggal 25 Februari, itu H-90 dari tanggal jatuh di H-10 dari Lebaran. Sekarang tiket bergerak terus,” kata dia.

    Sebelumnya, Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI), Daerah Operasi II Bandung, Joni Martinus mengatakan, dari data pemesanan tiket kereta untuk arus mudik dan balik Lebaran 2019 yang sudah dibuka, puncak arus mudik diperkirakan pada H-7 dan H-6 Lebaran. “Puncak itu diperkirakan H-7 dan H-6,” kata dia saat dihubungi Tempo, 13 Maret 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.