Go-Jek Tambah Tombol Darurat di Aplikasi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruang tamu kantor Pusat PT. Go-Jek Indonesia di daerah Blok M, Jakarta, 26 Januari 2018. Suasana kantor yang nyaman ini hampir mirip dengan kantor perusahaan multinasional Google. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Ruang tamu kantor Pusat PT. Go-Jek Indonesia di daerah Blok M, Jakarta, 26 Januari 2018. Suasana kantor yang nyaman ini hampir mirip dengan kantor perusahaan multinasional Google. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi Go-Jek melengkapi aplikasinya dengan fitur keamanan anyar, salah satunya adalah tombol darurat. "Tombol ini bisa digunakan untuk melaporkan dengan cepat situasi darurat yang terjadi selama perjalanan," ujar Global Head of Transport Gojek Radityo Wibowo di kantornya, Jakarta, Jumat, 15 Maret 2019.

    Baca:  Bahaya di Balik Perang Tarif Grab dan Go-Jek: Bisnis Terancam

    Setelah pengguna memencet tombol darurat itu, petugas dari unit darurat Go-Jek bakal menghubungi dan melakukan verifikasi dari laporan tersebut. Setelah laporan diverifikasi, kata Radityo, perusahaan bakal mengirim unit darurat. Unit khusus itu juga bakal berkoordinasi dengan kepolisian dan ambulans.

    "Tombol darurat itu langsung akan terhubung ke hotline unit darurat, dan kami akan melakukan verifikasi lalu mengirim unit ke sana," ujar Radityo. Unit darurat adalah tim internal perusahaan yang berjumlah ratusan orang dan tersebar di seluruh Indonesia.

    Menurut Radityo, layanan tombol darurat itu akan tersedia selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam sepekan. Untuk permulaan, fitur tombol darurat diperkenalkan pada layanan Go-Car di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) terlebih dahulu. Secara bertahap fitur ini bakal ada untuk layanan Go-Ride di seluruh Indonesia.

    Selain tombol darurat, kata Radityo, fitur baru lainnya adalah fitur bagikan perjalanan. Melalui layanan ini, pengguna dapat membagikan informasi berupa lokasi penjemputan dan pengantaran, informasi mengenai driver dan kendaraannya, status perjalanan dan estimasi waktu tempuh, hingga jalur yang dipilih driver kepada kerabat terdekat. Dengan menekan layanan itu pengguna bisa langsung membagikan informasi melalui aplikasi pesan instan.

    "Ini kami bikin untuk mengurangi kekhawatiran, karena banyak pelanggan yang meminta fitur ini di twitter atau kanal kami yang lainnya agar bisa nge-trace perjalanan," tutur Radityo.

    Chief Corporate Affairs Go-Jek Nila Marita mengatakan penambahan fitur itu adalah inisiatif perusahaan sebagai langkah proaktif dalam memberi rasa aman dan nyaman bagi pengguna maupun mitra. "Kami ingin masyarakat dapat terus mengandalkan layanan kami kapan pun dan di mana pun tanpa ada rasa khawatir," ujar dia.

    Baca:  Tiga Masalah di Balik Masuknya Investasi Asing ke Go-Jek

    Selain penambahan fitur di aplikasi, perusahaan yang dipimpin oleh Nadiem Makarim juga menyiapkan program edukasi kepada mitra untuk memitigasi kekerasan seksual di ruang publik.

    Simak berita terkait Go-Jek lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.