Jokowi Targetkan Bandara Depati Amir Layani 5 Juta Penumpang Setiap Tahun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bersama beberapa menteri Kabinet Kerja dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkeliling Pasar Ikan Modern Muara Baru, Jakarta Utara, Rabu, 13 Maret 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Presiden Jokowi bersama beberapa menteri Kabinet Kerja dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkeliling Pasar Ikan Modern Muara Baru, Jakarta Utara, Rabu, 13 Maret 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Pangkalpinang - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menandatangani prasasti untuk meresmikan terminal baru Bandara Depati Amir Pangkalpinang. Dengan peresmian tersebut, Jokowi menargetkan peningkatan kapasitas penumpang hingga 5 juta orang setiap tahunnya.

    Baca juga: Di Pangkalpinang, Jokowi Kunjungi Pasar Pagi pada Siang Hari

    "Bandara ini (Depati Amir) sudah cukup representatif. Kapasitasnya 1,5 juta penumpang namun saat ini sudah melayani lebih dari dua juta penumpang. Nanti perlu dibangun lagi untuk sayap bandara bagian kanan untuk kapasitas hingga 3 juta penumpang," ujar Jokowi saat konferensi pers dengan wartawan di ruang check on Bandara Depati Amir, Kamis, 14 Maret 2019.

    Menurut Jokowi, pembangunan tambahan terminal sayap kanan bandara akan segera dibangun dan ditargetkan rampung pada 2020 mendatang. Sedangkan untuk pembangunan sayap kiri, kata dia, juga akan segera dibangun.

    "Dengan pembangunan terminal di sayap kanan dan kiri nanti, kita harapkan bandara ini ke depannya mampu menampung 5 juta penumpang setiap tahunnya," ujar dia.

    Jokowi menuturkan saat ini pertumbuhan penumpang di Bandara Depati Amir semakin meningkat sehingga diperlukan peningkatan pelayanan agar kunjungan wisatawan juga semakin meningkat.

    "Apalagi di Bangka Belitung saat ini ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Gunung dan Tanjung Kelayang yang membuat penumpang akan semakin bertambah," ujar dia.

    Jokowi menambahkan saat ini persoalan harga tiket pesawat yang masih dianggap tinggi memang menjadi persoalan. "Namun itu bukan terjadi di wilayah Bangka Belitung saja melainkan hampir di semua wilayah Indonesia. Ini sedang diupayakan oleh Menteri Perhubungan mencari solusinya," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.