Target 5 Juta Penumpang, AP II Perluas Bandara Depati Amir

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 601 rute Jakarta - Pangkalpinang mendatangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 31 Oktober 2017. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta, Banten pukul 06.10 WIB untuk menuju Pangkal Pinang. TEMPO/Subekti.

    Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 601 rute Jakarta - Pangkalpinang mendatangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 31 Oktober 2017. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta, Banten pukul 06.10 WIB untuk menuju Pangkal Pinang. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Angkasa Pura II menggenjot pengembangan Bandara Depati Amir Pangkal Pinang baik dari sisi darat maupun sisi udara demi memenuhi target melayani lima juta penumpang per tahun dalam lima tahun ke depan.

    BACA: Jokowi Besok Resmikan Bandara Depati Amir Pangkalpinang

    Direktur Utama PT Angkasa Pura II MuhammadAwaluddin mengatakan pihaknya tengah mengembangkan sisi Utara dan Selatan. “Kalau dilihat dari sisi Selatan, kita sedang tanam ‘piling’ (fondasi) untuk pengembangan selanjutnya menjadi tiga juta penumpang," katanya  saat ditemui usai peresmian Terminal Bandara Depati Amir Rabu, 14 Maret 2019.

    Presiden Jokowi, kata dia, juga sudah memerintahkan langsung untuk mengembangkan sisi Utara, jadi ‘ultimate’ tengah, sayap kiri dan kanan menjadi kapasitas lima juta penumpang.

    BACA: Bandara Wasior Papua Barat Bakal Dibangun 2020

    Kapasitas ini menjadi kebutuhan karena Awaluddin menyebutkan sepanjang 2018, jumlah penumpang sudah mencapai 2,2 juta orang, sementara dalam sehari mencapai 6.000-8.000 pergerakan penumpang.

    Di sisi udara, dia mengatakan tengah memperpanjang landasan pacu dari 2.260 x 45 meter menjadi 2.600 x 45 meter dan pergerakan pesawat 24 pergerakan dalam sehari atau 48 pergerakan mendarat dan tinggal landas.

    “Berbagai sarana prasarana lainnya seperti ‘instrumen landing system’ dengan Airnav akan dikalkulasikan,” katanya.

    Untuk kapasitas parkir pesawat (apron) seluas 51.660 meter persegi dengan 9 parking stand untuk pesawat sejeni Boeing 737 atau Airbus A320.

    “Saya rasa tidak ada kendala buat maskapai terbang dengan ‘full capacity’, termasuk berkembang untuk pergerakan kargo jadi prioritas juga karena banyak potensi kargo seperti barang tambang dan produk perikanan,” katanya.

    Dia menyebutkan potensi peningkatan penumpang di Bandara Depati Amir, yakni sembilan sampai 10 persen. “Agregasi tiga tahun ini sembilan sampai 10 persen, jika tiga hingga empat tahun ini diagregasi pakai model regresi jadinya sembilan sampai persen, kita masih berharap bergerak tumbuh sejalan dengan fasilitas bandara kemudian destinasi berkembang,” katanya.

    Awaluddin menyebutkan sektor yang mendukung peningkatan penumpang, yaitu sektor pariwisata dengan hadirnya KEK Tanjung Kelayang dan KEK Sungailiat.

    “Sektor wisata, memang punya banyak harapan di situ, kalau hari ini KEK di Bangka Belitung diresmikan Presiden berarti secara formal akan bergerak karena investor sudah masuk, aksesibilitas tanggung jawab kita, lalu lintas ke Bangka kan paling optimal udara karana di pulau akses udara jadi prioritas,” katanya.

    Presiden Joko Widodo menargetkan Bandara Depati Amir bisa melayani lima juta penumpang dalam lima tahun ke depan. “Kita harapkan Insya Allah nanti di 2020 selesai tapi saya tadi sudah perintahkan juga untk bangun yang sayap kiri dengan kapasitas lima juta karena kita harus mendahului pertumbuhan penumpang yang tumbuh sangat baik di Bangka Belitung ini,” katanya.

    Dia berharap dengan peningkatan kapasitas bandara bisa mendukung sektor pariwisata dan memudahkan investor untuk menanamkan modalnya di Bangka Belitung.

    “Dan kita harapkan dengan siapnya sarana terminal di Bandara Depati Amir ini wisatawan akan semakin banyak di kawasan ini karena di kawasan ini ada KEK Tanjung Kelayan dan dibuka lagi KEK yang lainnya baru kita siapkan, sehingga kita harapkan betul-betul ekonomi bisa tumbuh,” kata Jokowi. Ia menyebutkan potensi peningkatan pendapatan asli daerah bisa meroket hingga 300 persen dari sektor pariwisata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.