Sebelum Dilarang Terbang, Boeing 737 Dicek Intensif oleh Kemenhub

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Managing Director Lion Air Daniel Putut, Direktur Kelaikanudara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Avirianto, Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti, Sekretaris Dirjen Perhubungan Udara Nur Isnin, Direktur Operasional Garuda Indonesia Bambang Angkasa, Direktur Teknik Garuda Indonesia I Wayan Suseno dalam konferensi pers terkait pengoperasian Boeing 737 Max 8 di kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu, 13 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    (ki-ka) Managing Director Lion Air Daniel Putut, Direktur Kelaikanudara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Avirianto, Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti, Sekretaris Dirjen Perhubungan Udara Nur Isnin, Direktur Operasional Garuda Indonesia Bambang Angkasa, Direktur Teknik Garuda Indonesia I Wayan Suseno dalam konferensi pers terkait pengoperasian Boeing 737 Max 8 di kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu, 13 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebijakan larangan terbang sementara atau temporary grounded bukan langkah pertama yang diambil Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memastikan kelayakan terbang pesawat Boeing 737 Max 8. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan, sebelumnya, Kementerian telah melakukan ramp check terhadap pesawat secara berkala selepas armada itu beroperasi di Indonesia pada akhir Desember 2017. 

    Simak: Kemenhub Inspeksi Boeing 737 Max 8, Ini Langkah yang Dilakukan

    Polana mengatakan pengecekan intensif juga digencarkan seusai pesawat Lion Air JT610 dengan nomor registrasi PK LQP mengalami kecelakaan di perairan Karawang pada Oktober lalu. Insiden itu menimpa pesawat berjenis Boeing 737 Max 8 milik Lion Air. 

    "Sejak kejadian PK LQP kami banyak mengecek untuk meyakinkan kembali aspek keselamatan pesawat," kata Polana dalam keterangan langsungnya kepada wartawan di kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu, 13 Maret 2019.

    Tak berselang lama setelah PK LQP kandas di perairan, Kementerian Perhubungan melakukan pelbagai pemeriksaan bersama beberapa pihak untuk menginvestigasi kelaikan Boeing 737 Max 8. Polana mengatakan Kementerian telah melaksanakan spesial audit kepada PT Batam Aero Technic (BAT) sebagai anak usaha Lion Group pada akhir Oktober lalu.

    Setelah itu, Kementerian Perhubungan juga menggelar pemeriksaan angle of attack. "Kami juga mengirim pilot ke simulator di Singapura," ucap Polana. Langkah yang sama dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sejak Oktober lalu.

    KNKT disebut terus melakukan komunikasi dengan Federal Aviation Administration atau otoritas penerbangan Amerika Serikat. Komunikasi ini terjalin untuk memperbarui informasi investigasi FAA terhadap kecelakaan Lion Air JT610 pada Oktober lalu.

    Hasil investigasi itu akan menentukan langkah Kementerian dan operator maskapai untuk menyikapi pengoperasian Boeing 737 Max 8 selanjutnya. Adapun Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sejatinya hasil investigasi dari FAA terkait kecelakaan Lion Air JT 610 telah keluar. Namun ia enggan mendetailkan hasil penelaahan FAA. 

    Luhut hanya menyebut FAA menyatakan Boeing 737 Max 8 masih aman untuk beroperasi. “Hanya memang ada satu-dua masalah teknis kalau kata KNKT,” ujarnya.

    Simak berita tentang Kemenhub hanya di Tempo.co

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.