Garuda Indonesia Pastikan Telah Pesan 50 Pesawat Boeing 737 Max 8

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Managing Director Lion Air Daniel Putut, Direktur Kelaikanudara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Avirianto, Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti, Sekretaris Dirjen Perhubungan Udara Nur Isnin, Direktur Operasional Garuda Indonesia Bambang Angkasa, Direktur Teknik Garuda Indonesia I Wayan Suseno dalam konferensi pers terkait pengoperasian Boeing 737 Max 8 di kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu, 13 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    (ki-ka) Managing Director Lion Air Daniel Putut, Direktur Kelaikanudara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Avirianto, Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti, Sekretaris Dirjen Perhubungan Udara Nur Isnin, Direktur Operasional Garuda Indonesia Bambang Angkasa, Direktur Teknik Garuda Indonesia I Wayan Suseno dalam konferensi pers terkait pengoperasian Boeing 737 Max 8 di kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu, 13 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta – Maskapai penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah memesan 50 unit pesawat jenis Boeing 737 Max 8 kepada perusahaan Boeing Co. Direktur Teknik Garuda Indonesia I Wayan Susena mengatakan pemesanan tersebut sedianya akan datang beruntun mulai Juni 2020.

    Baca juga: Soal Grounded Boeing 737 Max 8, Jokowi: Yang Penting Keselamatan

    “Juni tahun depan seharusnya ada satu pesawat datang,” ujar Wayan saat ditemui seusai konferensi pers di kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Maret 2019. Kerja sama pemesanan armada kepada produsen pesawat di Amerika Serikat ini telah dilakukan sejak tahun lalu.

    Wayan enggan membeberkan nilai transaksi untuk 50 unit pesawat ini. Ia hanya menyebut harga per maskapai itu memiliki nilai cukup mahal.

    Pasca-kejadian kecelakaan beruntun Boeing 737 Max 8 yang menimpa Lion Air dan Ethiopian Airlines, Garuda Indonesia mengisyaratkan pengurangan pemesanan. Kemarin, Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Akhsara mengatakan pengurangan tersebut tersebab alasan komersial.

    Wayan enggan menjelaskan lebih rinci pernyataan Akhsara ihwal pengurangan pemesanan ini. Ia hanya mengimbuhkan perusahaan maskapainya sedang menunggu hasil investasi regulator penerbangan sipil Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA). Hasil investigasi FAA ini dilakukan sebagai buntut dua kecelakaan yang menimpa Boeing 737 Max 8. 

    Wayan mengatakan Garuda Indonesia tengah melakukan evaluasi internal terhadap operasional maskapai Boeing 737 Max 8. Saat ini, maskapai tersebut mengoperasikan satu pesawat seri terbaru Boeing.

    Menurut Wayan, Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia saat ini mengangkasa untuk rute internasional, yakni ke Hong Kong dan Singapura. Selain itu, untuk rute domestik, maskapai mengudara dari Jakarta menuju Surabaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.