Proyek Jalan Tol Pandaan - Malang Dihentikan Sementara

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para arkeolog meneliti struktur batu bata yang ditemukan di area proyek jalan tol Malang -Pandaan di Desa Sekarpuro, Kabupaten Malang, 12 Maret 2019. (Tempo/Eko Widianto)

    Para arkeolog meneliti struktur batu bata yang ditemukan di area proyek jalan tol Malang -Pandaan di Desa Sekarpuro, Kabupaten Malang, 12 Maret 2019. (Tempo/Eko Widianto)

    TEMPO.CO, Surabaya - PT Jasamarga Pandaan-Malang (JPM) resmi menghentikan sementara proyek jalan Tol Pandaan - Malang khususnya di titik KM 37+700. Penghentian sementara proyek dilakukan karena adanya temuan situs purbakala di wilayah setempat.

    Baca: BPN Prabowo Kritik Jokowi, Ada Tol tapi Dilalui Anak Stunting

    "Dengan adanya tumpukan batu merah yang diduga situs, pekerjaan di lokasi kami hentikan sementara, dan sudah diamankan dengan garis polisi," ujar kata Direktur Utama PT JPM Agus Purnomo dalam keterangan persnya yang diterima di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 13 Maret 2019. "Di sampingnya, juga sedang ada pekerjaan galian tanah untuk badan jalan atau main road."

    Agus menjelaskan, penghentian proyek di KM 37+700 dilakukan sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Tujuannya untuk menindaklanjuti temuan struktur bangunan tua pada proyek pembangunan jalan tol tersebut.

    "Saat ini PT JPM tengah berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Balai Pelestarian Cagar Budaya setempat. Kami menerima laporan adanya penemuan tersebut pada Rabu (6 Maret 2019)," kata Agus.

    Setelah menerima laporan, PT JPM menerjunkan tim untuk meninjau ke lokasi temuan yang berada di Desa Sekarpuro, Kelurahan Madyopuro, Kabupaten Malang, Jawa Timur. "Tepatnya, lokasi temuan berada di titik STA 37+700. Tapi, lokasinya tidak berada di main road tol, melainkan di area Right of Way (ROW) atau sekitar 15 meter dari main road," ucapnya.

    PT JPM juga belum bisa memastikan apakah temuan itu termasuk situs purbakala, termasuk tumpukan atau tatanan bata merah di dalam tanah dengan ukuran kurang lebih 1 meter dari permukaan tanah. Sementara untuk pengerjaan titik lainnya tetap berjalan, sehingga secara keseluruhan tidak terganggu dan pembangunannya masih sesuai target, yakni triwulan pertama tahun 2019.

    Baca: Diresmikan Jokowi, Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Gratis 2 Minggu

    Hingga 17 Februari 2019 pembebasan lahan jalan Tol Pandaan-Malang telah mencapai 99,45 persen dan pekerjaan fisik jalan tol sepanjang 38,488 km tersebut telah mencapai 85,21 persen. Rencananya, Jalan Tol Pandaan-Malang akan terbagi atas lima seksi, yakni Seksi 1 (Pandaan-Purwodadi), Seksi 2 (Purwodadi-Lawang), Seksi 3 (Lawang-Pakis 1), Seksi 4 (Pakis 1-Pakis 2), dan Pakis 2-Malang (Seksi 5).

    ANTARA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.