Kapal Pesiar Batal Masuk Lombok, KSOP: Bukan karena Sampah

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kapal yacht peserta Sail Moyo Tambora 2018 parkir di pelabuhan Medana Bay Marina di Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin, 17 September 2018. Sebanyak 22 kapal menjadi peserta Sail Moyo Tambora. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Sejumlah kapal yacht peserta Sail Moyo Tambora 2018 parkir di pelabuhan Medana Bay Marina di Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin, 17 September 2018. Sebanyak 22 kapal menjadi peserta Sail Moyo Tambora. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta – Maraknya pemberitaan tentang kapal pesiar yang batal berlabuh di Pelabuhan Lembar, Lombok, ditampik oleh Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lembar Junaidin. Junaidin mengatakan, dalam catatan KSOP, tidak ada kapal pesiar yang dijadwalkan akan mendarat ke pulau itu baru-baru ini.

    Baca: Indonesia Berpotensi Dikunjungi 1.500 Kapal Pesiar 

    “Kami sudah koordinasi dengan perusahaan pelayaran selaku agen kapal cruise.  Tidak ada kapal yang batal masuk ke Lombok, apalagi karena sampah,” ujar Junaidin saat dihubungi Tempo pada Rabu, 13 Maret 2019.

    Menurut Junaidin, KSOP memang pernah mendapat laporan ada satu kapal pesiar pengangkut wisatawan yang akan merapat ke Lombok pada Februari lalu. Namun, pihak kapal mengundurkan jadwal pelayaran mereka. Kapal pesiar tersebut baru akan datang pada 15 Maret  hingga menjelang April nanti.

    Kapal pesiar yang dijadwalkan berlabuh dua hari lagi tersebut adalah MV Sun Princess. Kapal pesiar asal Australia ini akan membawa 1.500 turis Eropa mendarat ke Lombok.

    Junaidin memastikan Pelabuhan Lembar siap menerima kedatangan kapal pesiar itu. “Tentu, tidak ada yang menghalangi, termasuk isu sampah,” ujar dia.

    Kabar batalnya kapal pesiar mendarat ke Lombok pertama kali disampaikan oleh General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Lembar Erry Ardiyanto. Dalam pelepasan peserta Ekspedisi Laskar Nusa 2019 di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Senin kemarin, Erry mengatakan ada tiga kapal pesiar yang batal masuk ke Lombok karena destinasi di pulau tersebut terpapar sampah.

    Seperti dikutip Antara, Erry bahkan menyatakan, selain tiga kapal itu, ada 23 kapal lainnya yang sudah memutuskan batal mendarat ke Lombok. Menurut Erry, informasi tersebut ia terima dari pihak agen kapal pesiar di Singapura. Masing-masing kapal pesiar rencananya mengangkut 1.500 hingga 2.000 wisatawan asing dari berbagai negara. "Sampah di tempat wisata menjadi keluhan. Tapi isu sampah tersebut sudah kami tanggulangi," ujar dia.

    Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Guntur Sakti mengatakan kapal pesiar merupakan potensi besar pemasok jumlah wisatawan asing ke Indonesia. Menurut Guntur, Kementeriannya mencatat setiap tahun ada 3 juta penumpang kapal pesiar melintas di perairan Indonesia.

    Namun, dari angka 3 juta tersebut, wisatawan yang mampir ke daratan Tanah Air hingga 2018 hanya 320 ribu orang. “Kami targetkan pada akhir 2019 ada 500 ribu wisman mendarat ke Indonesia dengan kapal pesiar,” ucap Guntur. Saat ini, Kementerian tengah mengawasi kesiapan destinasi di daerah-daerah potensial untuk dikunjungi wisatawan mancanegara.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.