Menhub: Tim Observasi Boeing 737 Max 8 Akan Bekerja Seminggu

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua buah pesawat jenis Boeing 737 MAX yang berada di fasilitas produksi di Renton, Washington, 11 Maret 2019. Lion Air yang menghentikan sementara pengoperasian (temporary grounded) 10 (sepuluh) pesawat Boeing 737 MAX 8. REUTERS/David Ryder

    Dua buah pesawat jenis Boeing 737 MAX yang berada di fasilitas produksi di Renton, Washington, 11 Maret 2019. Lion Air yang menghentikan sementara pengoperasian (temporary grounded) 10 (sepuluh) pesawat Boeing 737 MAX 8. REUTERS/David Ryder

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Kementerian Perhubungan memberikan waktu sepekan bagi tim observasi untuk meneliti kelaikan terbang pesawat Boeing 737 Max 8.  Tindakan tersebut sebagai kelanjutan kebijakan Kementerian Perhubungan menerapkan grounded atau larangan terbang sementara bagi pesawat baru produksi Boeing ini.

    Baca: Soal Boeing 737-8 Max, Konsumen Minta Kemenhub Larang Permanen

    “Kami akan menurunkan tim untuk melakukan observasi juga melakukan penelitian terhadap pesawat-pesawat yang ada dalam kurun satu minggu,” ujar Budi Karya dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 12 Maret 2019.

    Budi Karya melanjutkan, bila tim observasi tak menemukan problematika selama pengecekan, pesawat Boeing 737 Max 8 akan memperoleh lampu hijau untuk kembali mengudara. Namun, bila ditemukan masalah, Kementerian bakal mengambil langkah lanjutan.

    Surat edaran berisi larangan terbang sementara untuk Boeing 737 Max 8 ini dirilis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, kemarin, 11 Maret 2019. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan grounded atau larangan terbang sementara tersebut mulai berlaku hari ini, 12 Maret 2019.

    Selama di-grounded, dua maskapai pemilik Boeing 737 Max 8 di Indonesia, yakni Garuda Indonesia dan Lion Air, wajib mengkandangkan pesawatnya lebih dulu dan menyilakan tim observasi melakukan pengecekan. Setelah ditelaah, Polana mengatakan Kemenhub akan berkoordinasi dengan Boeing. 

    Kebijakan ini diambil menyusul insiden kecelakaan Ethiopian Airlines. Bersamaan dengan langkah grounded, Boeing akan memberikan keterangan terkini terkait hasil investigasi mereka terhadap peristiwa Ethiopian Airlines. Adapun Kementerian Perhubungan akan memastikan seluruh pesawat yang berjenis sama dengan Ethiopian Airlines itu laik mengudara.

    “Kami pertimbangkan grounded ini (pemakaian Boeing 737 Max 8) untuk meyakinkan keselamatan, meyakinkan kembali, kan setelah kejadian (kecelakaan) kami sudah melakukan banyak langkah,” ujar Polana kala ditemui wartawan dalam acara Indonesia Aviation Training & Education Conference di Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.