Ketika Jokowi 'Ditodong' Rp 50 Miliar oleh Pengelola Pasar

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat membuka  rapat kerja Kementerian Perdagangan di Hall 3a, Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten, 12 Maret 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan di Hall 3a, Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten, 12 Maret 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Tangerang - Presiden Joko Widodo atau Jokowi hadir dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan di ICE Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten. Dalam acara ini, Jokowi memberikan penghargaan kepada sejumlah pasar rakyat alias pasar tradisional berprestasi di sejumlah daerah, salah satunya adalah Pasar Batusangkar, Tanah Datar, Sumatera Barat sebagai pasar dengan pelayanan terbaik.

    Baca: Perkenalkan Kartu Pra Kerja, Jokowi: Bukan Menggaji Pengangguran

    Setelah memberikan penghargaan, Jokowi pun meminta kepada para pengelola pasar yang hadir untuk maju ke atas panggung. "Coba sekarang tunjuk yang merasa pasarnya paling jelek dan paling bagus," kata Jokowi di Hall 3A, ICE BSD, Selasa, 12 Maret 2019.

    Sontak, sejumlah peserta pun angkat tangan. Untuk pasar paling jelek, yang maju adalah perwakilan dari pengelola pasar Manokwari Selatan, Papua Barat. Sedangkan untuk pasar yang paling bagus, yang dipilih karena mengacungkan tangan adalah pengelola pasar Batusangkar yang baru saja mendapat penghargaan.

    Di samping Jokowi, pengelola pasar Batusangkar yang juga pejabat Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menjelaskan mengapa merasa pasarnya paling bagus. Pertama, pasar ini merupakan satu-satunya di Indonesia yang bekerja sama dengan Kejaksaan. Mendengar itu, Jokowi tampak heran dan langsung menimpali, "Apa hubungannya pasar dengan jaksa?"

    Rupanya, kerja sama ini ditujukan agar pedagang di pasar bisa diberikan konsultasi hukum secara gratis setiap hari Kamis kepada Jaksa. Lalu, pengelola pasar Batusangkar ini juga mengatakan bahwa kerja sama dilakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk masalah kebersihan, pengelolaan sampah, dan taman hijau di pasar. Terakhir dengan Dinas Kesehatan untuk pengecekan kesehatan gratis bagi pengunjung maupun pedagang pasar.

    Setelah itu, barulah pengelola pasar mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berencana untuk mengembangkan pasar ini agar bisa menampung lebih banyak pedagang. Hanya saja dana bantuan dari pemerintah pusat dirasa. "Butuhnya sekitar Rp 50 miliar saja," ujarnya.

    Mendengar hal itu, sontak Jokowi dan peserta acara tertawa. Jokowi pun tampak tersenyum dan berkata, "Rp 50 miliar kok bilangnya 'hanya'"

    Tapi kemudian Jokowi menanyakan lagi apakah sudah menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) dan menyediakan lahan untuk pengembangan. Si pengelola pasar pun menjawab bahwa keduanya telah diselesaikan dan disiapkan. Setelah mendengar hal itu, Jokowi langsung meminta Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang hadir di acara ini, menindaklanjuti pengembangan pasar Batusangkar tersebut.

    Baca: Mangkrak 15 Tahun, Jokowi Ambil Alih Terowongan Nanjung

    Saat ini, pemerintahan Jokowi fokus pada pendirian dan revitalisasi pasar yang ada di seluruh Indonesia. Pemerintah memiliki target untuk membangun dan merevitalisasi 5000 pasar hingga akhir 2019. "Saya apresiasi Kementerian Perdagangan yang sampai 2018, sudah membangun dan merevitalisasi hampir 4.200 pasar di seluruh Tanah Air," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.