Mendag: Presiden Jokowi Berasal dari Rakyat, Bukan dari Elitis

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri kabinet kerja menghadiri Perayaan Natal Nasional 2018 di Medan, Sumatra Utara, Sabtu malam, 29 Desember 2018. Presiden Jokowi tampak didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. ANTARA

    Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri kabinet kerja menghadiri Perayaan Natal Nasional 2018 di Medan, Sumatra Utara, Sabtu malam, 29 Desember 2018. Presiden Jokowi tampak didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. ANTARA

    TEMPO.CO, Tangerang - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebut Presiden Joko Widodo alias Jokowi di depan ratusan pengelola pasar rakyat sebagai sosok yang dekat dengan rakyat karena berasal dari rakyat. 

    Baca: Sri Mulyani Disebut Pencetak Utang, Jokowi: Belum Ngerti Ekonomi

    "Inilah bapak presiden kita yang selalu ingin dekat dengan rakyat, berasal oleh rakyat untuk rakyat bukan berasal dari elitis," kata Enggartiasto dalam acara Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2019 di Hall 3A ICE Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten, Selasa, 12 Maret 2019.

    Enggartiasto juga berterima kasih karena Presiden Jokowi bersedia hadir untuk mendengarkan langsung aspirasi dari para pengelola pasar seluruh Indonesia. Ia lalu menyampaikan kinerja Kementerian Perdagangan di tiga bidang yaitu pengendalian harga bahan kebutuhan pokok, peningkatan ekspor, serta pembangunan dan revitalisasi pasar.

    Dalam acara ini, juga disampaikan bahwa Kementerian Perdagangan berhasil menstabilkan harga bahan kebutuhan pokok. Terbukti, pada 2018 angka inflasi hanya mencapai 3,13 persen. Kinerja ini, kata Enggartiasto, bisa tercapai karena arahan langsung dari Jokowi. "Juga kerja keras Gubernur dan Wali Kota yang memastikan ketersediaan pangan agar terjangkau," ujarnya.

    Namun pada tahun 2018 pula, angka defisit neraca perdagangan naik menjadi US$ 8,6 miliar. "Kami sadar presiden akan menegur kami, bukan maksud membela diri, tapi memang faktanya komponen impor naik," ujarnya. Tapi, komponen impor yang naik adalah bahan baku dan bahan modal, bukan bahan konsumsi.

    Terakhir yaitu terkait pasar rakyat. Menurut Enggartiasto, jumlah pasar yang telah berhasil dibangun maupun direvitalisasi hingga 2018 telah mencapai 4.211 unit.

    Baca: Kartu Pra Kerja Jokowi, Durasinya Antara 6 - 12 Bulan

    Enggartiasto menargetkan revitalisasi sampai 2019 hingga mencapai target 5.000 pasar. Tapi dengan angka 4.211 unit ini, Enggar menyebut omzet pedagang sudah mencapai 400 persen dan rata-rata kenaikan volume transaksi mencapai 24 persen.

    Simak berita lainnya terkait Jokowi di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Umumkkan 9 Partai yang Lolos ke Parlemen dalam Pemilu 2019

    Komisi Pemilihan Umum menyatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan anggota legislatif di pemilu 2019.