Jenazah Korban Mutilasi di Malaysia Dipulangkan Rabu Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mutilasi

    Ilustrasi mutilasi

    TEMPO.CO, Bandung -Jenazah Ujang Nuryanto, 37 tahun, korban dugaan mutilasi di Malaysia akan dipulangkan ke tanah air. Rencananya, jenazah bos tekstil asal Bandung ini akan dipulangkan pada Rabu, 13 Maret 2019.

    BACA: Hasil Tes DNA Buktikan 2 Mayat Dimutilasi di Malaysia Adalah WNI

    Kuasa hukum Ujang, Hermawan, mengatakan sudah mendapat informasi dari Kepolisian Malaysia, bahwa serangkaian tes terhadap potongan tubuh kliennya sudah tuntas. Potongan tubuh tersebut sudah identik dengan Ujang.

    “Hari Rabu langsung dari Malaysia ke Jakarta,” kata Hermawan saat dihubungi Tempo, Senin, 11 Maret 2019. Ia mengatakan, jenazah Ujang akan dikebumikan di kampung halamannya di Kabupaten Bandung.

    “Akan dimakamkan di daerah Ciodeng, Kabupaten Bandung,” ucapnya.

    Sementara itu, untuk kasus yang menimpa Ujang, Hermawan katakan, Polisi Malaysia masih melakukan penyelidikan. Ia mengaku masih terus memantau perkembangan kasus yang menewaskan dua warga negara Indonesia ini. “Masih penanganan polisi,” ujarnya.

    BACA: Polisi Malaysia Sedang Memburu Aktor Intelektual Mutilasi 2 WNI

    Pengusaha tekstil asal Bandung, Jawa Barat, Nuryanto, ditemukan tewas dan menjadi korban mutilasi bersama temannya, Ai Munawaroh, pada 29 Januari 2019 di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

    Nuryanto, yang menjadi korban mutilasi, pergi ke Malaysia pada Kamis 17 Januari 2019. Rencananya, dia mengambil uang ke rekanan bisnisnya dari hasil menjual kain di Malaysia. Selama di Malaysia, Nuryanto sempat tiga kali pindah hotel. Namun, pada 22 Januari 2019, keluarga putus komunikasi dengan Nuryanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.