Cadangan Devisa Naik, Rupiah Tetap Melemah

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menghitung rupiah di VIP kawasan Cikini, Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019. Kurs rupiah menguat ke posisi Rp 13.947 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu, 6 Februari 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas menghitung rupiah di VIP kawasan Cikini, Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019. Kurs rupiah menguat ke posisi Rp 13.947 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu, 6 Februari 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan ini masih melanjutkan tren melemah yang terjadi dalam sepekan terakhir. Rupiah Senin pagi bergerak melemah tipis satu poin menjadi Rp14.315 per US$ dibanding posisi sebelumnya Rp14.314 per US$.

    BACA: Empat Hari Berturut turut Rupiah Melemah

    Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan pelemahan Rupiah ini dipicu keputusan Bank Sentral Uni Eropa (ECB) yang mensinyalkan adanya stimulus baru dan pemangkasan pertumbuhan ekonomi untuk Uni Eropa. Selain itu juga dampak pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Cina dari 6,5 persen menjadi 6 persen untuk tahun 2019. "Kedua hal ini dikhawatirkan membuat ekonomi global melambat. Ketidakpastian membuat permintaan dolar AS meningkat," ujar Lana di Jakarta, Senin 11 Maret 2019.

    Semestinya, dari faktor domestik, kenaikan cadangan devisa pada Februari 2019 lalu dapat menjadi sentimen positif bagi Rupiah. Seperti diketahui, posisi cadangan devisa (cadev) per Februari 2019 tercatat sebesar US$123,3 miliar, naik dari US$ 120,1 miliar pada Januari 2019. Kenaikan ini antara lain karena penerbitan obligasi sukuk global senilai US$2 miliar pada 2 Februari 2019, serta penerimaan devisa migas. 

     
    Posisi cadev tersebut mencapai 6,9 bulan impor dan 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. "Mestinya kenaikan posisi cadangan devisa ini bisa membantu menguatkan rupiah tetapi tampaknya isu eksternal pada hari Jumat kemarin lebih kuat," kata Lana.

    Kendati demikian, Lana  menilai ada potensi penguatan Rupiah secara teknikal menuju kisaran antara Rp14.250 hingga Rp14.300 per US$. Hingga pukul 9.40 WIB, nilai tukar Rupiah masih melemah 5 poin menjadi Rp14.319 per US$ dibanding posisi sebelumnya Rp14.314 per US$


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.